Debat Tawasul dengan Nabi setelah meninggal

                                      VS                                 

Abu Hasan                                                             Nukasep Thea

Kelemahan Kisah Al-’Utbiy tentang Tawassul

Oleh Abu Hasan di ISLAM DENGAN SUNNAH DAN BID’AH HASANAH · Sunting Dokumen

Sebagian kalangan berhujjah dengan kisah Al-‘Utbiy untuk melegalkan amalan tawassul mereka di kuburan orang (yang dianggap) shaalih. Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah dalam Tafsir-nya membawakan kisah tersebut sebagai berikut :

وقد ذكر جماعة منهم: الشيخ أبو نصر بن الصباغ في كتابه “الشامل” الحكاية المشهورة عن العُتْبي، قال: كنت جالسا عند قبر النبي صلى الله عليه وسلم، فجاء أعرابي فقال: السلام عليك يا رسول الله، سمعت الله يقول: { وَلَوْ أَنَّهُمْ إِذْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ جَاءُوكَ فَاسْتَغْفَرُوا اللَّهَ وَاسْتَغْفَرَ لَهُمُ الرَّسُولُ لَوَجَدُوا اللَّهَ تَوَّابًا رَحِيمًا } وقد جئتك مستغفرا لذنبي مستشفعا بك إلى ربي ثم أنشأ يقول :

يا خيرَ من دُفنَت بالقاع أعظُمُه … فطاب منْ طيبهنّ القاعُ والأكَمُ …

نَفْسي الفداءُ لقبرٍ أنت ساكنُه … فيه العفافُ وفيه الجودُ والكرمُ …

ثم انصرف الأعرابي فغلبتني عيني، فرأيت النبي صلى الله عليه وسلم في النوم فقال: يا عُتْبى، الحقْ الأعرابيّ فبشره أن الله قد غفر له

“Dan telah disebutkan oleh sekelompok ulama, diantaranya : Asy-Syaikh Abu Nashr bin Ash-Shabbaagh dalam kitabnya As-Syaamil sebuah hikayat yang masyhur dari Al-‘Utbiy. Ia (Al-‘Utbiy) berkata : “Aku pernah duduk di sisi kubur Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Lalu datanglah seorang Arab baduwi yang berkata : ‘Assalaamu ‘alaika yaa Rasuulallaah (salam sejahtera bagimu wahai Rasulullah). Aku telah mendengar firman Allah : Sesungguhnya jika mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasul pun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang (QS. An-Nisaa’ : 64). Dan sungguh aku datang kepadamu sebagai orang yang meminta ampun atas dosaku meminta pertolongan melalui perantaraanmu kepada Rabb-ku’. Kemudian ia mengucapkan syair :

Wahai sebaik-baik manusia yang jasadnya dikuburkan di dalam tanah

Menjadi harumlah tanah dan bukit karenanya

Jiwaku sebagai penebus bagi kubur yang engkau tempati

Di dalamnya ada kesucian, kemurahan, dan kemuliaan

Orang Baduwi itu lantas pergi. Kemudian aku ngantuk dan tertidur. Aku melihat (dalam mimpi) Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Wahai ‘Utbiy, kejarlah orang Arab baduwi itu, dan kabarkanlah kepadanya bahwa Allah telah mengampuni dosa-dosanya” [selesai – Tafsir Ibnu Katsir 4/140; Muassasah Qurthubah, Cet. 1/1421. Lihat pula Al-Adzkar lin-Nawawiy hal. 233-234; Maktabah Nizaar Mushthafaa Al-Baaz, Riyadl, Cet. 1/1417].[1][1]

Kisah tersebut dibawakan oleh Ibnu An-Najaar dalam Durratuts-Tsamiinah fii Taariikh Al-Madiinah (hal. 147) dengan sanad sebagai berikut :

أخبرنا عبد الرحمن بن أبي الحسن في كتابه، أخبرنا أبو الفرج بن أحمد، أخبرنا أحمد بن نصير، أخبرنا محمد بن القاسم، سمعتُ علي بن غالب الصُّوفي يقول : سمعتُ إبراهيم بن محمد المزكي يقول : سمعتُ أبا الحسن الفقيه يحكي عن الحسن بن محمد، عن ابن فُضَيل النحوي، عن محمد بن روح، عن محمد بن حرب الهلالي

“Telah mengkhabarkan kepada kami ‘Abdurrahman bin Abil-Hasan dalam kitabnya : Telah mengkhabarkan kepada kami Abul-Faraj bin Ahmad : Telah mengkhabarkan kepada kami Ahmad bin Nashiir : Telah mengkhabarkan kepada kami Muhammad bin Al-Qaasim : Aku mendengar ‘Aliy bin Ghaalib Ash-Shuufiy berkata : Aku mendengar Ibraahiim bin Muhammad Al-Muzakkiy berkata : Aku mendengar Abul-Hasan Al-Faqiih menceritakan dari Al-Hasan bin Muhammad, dari Ibnu Fudlail An-Nahwiy, dari Muhammad bin Ruuh, dari Muhammad bin Harb Al-Hilaliy”.

Asy-Syaikh Hammad Al-Anshariy rahimahullah berkata ketika mengomentari riwayat di atas :

فهذه الحكاية ذكرها أيضا بعض الفقهاء والمحدثين، وليست بصحيحة ولا ثابتة إلى العُتْبِي، وقد رُويت عن غيره بإسناد مظلم، وبعض العلماء يرويها عن العتبي بلا إسناد، كما في تفسير ابن كثير عند الآية المتقدمة الذكر آنفا.

وبعضهم يرويها عن محمد بن حرب الهلالي، وبعضهم يرويها عن محمد ابن حرب عن أبي الحسن الزعفراني عن الأعرابي، وقد ذكرها البيهقي في شعب الإيمان بإسناد مظلم أيضا عن محمد بن روح بن يزيد البصري حدثني أبي حرب الهلالي.

“Hikayat/cerita ini disebutkan juga oleh sebagian fuqahaa’ dan muhadditsiin. Tidaklah shahih dan tsabit cerita ini sampai pada Al-‘Utbiy. Dan sungguh telah diriwayatkan dari selainnya dengan sanad yang gelap. Sebagian ulama meriwayatkannya dari ‘Utbiy tanpa sanad sebagaimana terdapat dalam Tafsir Ibni Katsiir pada ayat yang telah disebutkan sebelumnya (QS. An-Nisaa’ : 64).

Dan sebagian lagi meriwayatkan dari Muhammad bin Harb Al-Hilaliy, sebagian lagi meriwayatkannya dari Muhamad bin Harb, dari Abul-Hasan Az-Za’faaraniy, dari Al-A’rabiy (orang Arab baduwi).

Disebutkan pula oleh Al-Baihaqiy dalam Syu’abul-Iman dengan sanad yang gelap dari Muhammad bin Ruuh bin Yaziid Al-Bashriy : Telah menceritakan kepadaku Abu Harb Al-Hilaliy” [selesai – Tuhfatul-Qaariy fir-Radd ‘alal-Ghummariy yang terdapat dalam Rasaail fil-‘Aqiidah, hal. 247-248; Maktabah Al-Furqaan].

Apa yang dikatakan oleh Asy-Syaikh Hammad Al-Anshariy rahimahullah di atas adalah serupa dengan penjelasan Al-Haafidh Ibnu ‘Abdil-Hadiy rahimahullah dalam Ash-Shaarimul-Munkiy (hal. 212).

Adapun sanad riwayat yang dibawakan oleh Al-Imam Al-Baihaqi dalam Al-Jaami’ li-Syu’abil-Iman (6/60 no. 3880 – Maktabah Ar-Rusyd, Cet. 1/1423) adalah sebagai berikut :

[٣٨٨٠] أخبرنا أبو علي الروذباري، حدثنا عمرو بن محمد بن عمرو بن الحسين بن بقية إملاء، حدثنا شكر الهروي، حدثنا يزيد الرقاشي، عن محمد بن روح بن يزيد البصري، حدثني أبي حرب الهلالي

“Telah mengkhabarkan kepada kami Abu ‘Aliy Ar-Raudzabaariy : Telah menceritakan kepada kami ‘Amr bin Muhammad bin ‘Amr bin Al-Husain bin Baqiyyah secara imlaa’ : Telah menceritakan kepada kami Syakr Al-Harawiy : Telah menceritakan kepada kami Yaziid Ar-Raqaasyiy, dari Muhammad bin Ruuh bin Yaziid Al-Bashriy : Telah menceritakan kepadaku Abu Harb Al-Hilaaliy”.

Komentar :

1.    ‘Amr bin Muhammad bin ‘Amr bin Al-Husain bin Baqiyyah, Muhammad bin Ruuh bin Yaziid Al-Bashriy, dan Abu Harb Al-Hilaliy tidak ditemukan biografinya.

2.    Yaziid Ar-Raqaasyiy adalah perawi dla’if menurut jumhur ulama. Muslim berkata : ‘Matruukul-hadiits’ [Al-Kunaa, lembar 76]. An-Nasa’i berkata : ‘Matrukul-hadiits, orang Bashrah, meriwayatkan dari Az-Zuhriy [Adl-Dlu’afaa’ wal-Matrukiin, no. 673]. At-Tirmidzi berkata : “Dilemahkan dalam hadits” [Jaami’ At-Tirmidzi no. 3255]. Selengkapnya bisa dilihat dalam Al-Jaami’ fil-Jarh wat-Ta’dil 3/310 no. 4975; Daar ‘Aalamil-Kutub, Cet. 1/1412.

Sebagian pendusta telah membuat-buat sanad riwayat yang kemudian mereka sandarkan kepada ‘Ali radliyallaahu ‘anhu. Tentu saja ini tidak bisa diterima.

Walhasil, riwayat ini tidak shahih, tidak benar, dan tidak pantas dijadikan hujjah dalam perkara syari’at/agama.

[1][1]      Sekaligus ini membuktikan kekeliruan quburiyyuun yang menuduh ‘Wahabiy’ telah khianat dalam mencetak kitab para ulama. Sesungguhnya tuduhan ini disebabkan mereka tidak memahami metodologi dalam tahqiq kitab. Jika di awal kitab muhaqqiq telah menjelaskan metodologinya untuk meringkas kitab dan hanya mencantumkan riwayat atau kisah yang shahih saja, tentu kisah ‘Utbiy dan yang semisalnya tidak akan dicantumkan. Namun jika metodologi muhaqqiq adalah memberikan ta’liq dan takhrij sesuai dengan naskah asli, maka semua matan kitab tidak ada yang dihilangkan. Sebagai bukti adalah dua kitab yang menjadi sandaran di atas yang ditahqiq dan dicetak oleh percetakan ‘Wahabiy’.

SUMBER:

http://abul-jauzaa.blogspot.com/2009/05/kelemahan-kisah-al-utbiy-tentang.html

 =================================================

DISKUSI ASWAJA DAN SALAFI

Abu Hasan

PENJELASAN BUAT Nukasep Thea… JIKA TELAH JELAS KEDHOIFANNYA… maka SUNGGUH KISAH IN I TIDAK DAPAT DIJADIKAN HUJJAH…

30 Maret pukul 0:33 · Suka

Trustmaju Antique Furniture

DALAM ULAMA ULAMA YANGADADALAM ASWAJA TIDAKADAAL UTHBI MELAINKAN YANG ADA IMAM AL QURTUBI…..JADI YANG MEMBOLAK BALIKAN SIAPANIHHHHHHHH

30 Maret pukul 1:05 · Suka · 1

Abu HasanNukasep Thea

: ini FAEDAH TAMBAHAN… Jika seseorang telah mati maka, Orang tersebut TIDAK DAPAT MENDENGAR dan MENGABULKAN DOA, demikan juga dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam, ================================
وَالَّذِينَ تَدْعُونَ مِن دُونِهِ مَا يَمْلِكُونَ مِن قِطْمِيرٍ إِن تَدْعُوهُمْ لَا يَسْمَعُوا دُعَاءكُمْ وَلَوْ سَمِعُوا مَا اسْتَجَابُوا لَكُمْ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكْفُرُونَ بِشِرْكِكُمْ وَلَا يُنَبِّئُكَ مِثْلُ خَبِيرٍ

Artinya:
“Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari. Jika kamu menyeru mereka, mereka tiada mendengar seruanmu ; dan kalau mereka mendengar, mereka tidak dapat memperkankan permintaanmu. Dan di hari kiamat mereka akan mengingkari kemusyrikanmu dan tidak ada yang dapat memberikan keterangan kepadamu sebagaimana yang diberikan oleh Yang maha Mengetahui” [Fathir : 13-14]

Begitu juga firman-Nya
وَمَا يَسْتَوِي الْأَحْيَاء وَلَا الْأَمْوَاتُ إِنَّ اللَّهَ يُسْمِعُ مَن يَشَاء وَمَا أَنتَ بِمُسْمِعٍ مَّن فِي الْقُبُورِ

artinya:
“dan tidak (pula) sama orang-orang yang hidup dan orang-orang yang mati. Sesungguhnya Allah memberi pendengaran kepada siapa yang dike- hendaki-Nya dan kamu sekali-kali tiada sanggup menjadikan orang yang didalam kubur dapat mendengar .” [Fathir : 22]

30 Maret pukul 5:56 · Suka

Nukasep TheaAbu Hasan
Nukasep Thea: ini FAEDAH TAMBAHAN… Jika seseorang telah mati maka, Orang tersebut TIDAK DAPAT MENDENGAR dan MENGABULKAN DOA, demikan juga dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam, entah ente itu BODOH atau BINGUNG,,,, ENTE BACA DAN PAHAMI LAGI DEFINISI TAWASSUL YANG ENTE KATAKAN SENDIRI,,!! APAKAH TAWASSUL ITU BERDO’A KEPADA WASSILAHNYA,,, APA ENTE PIKIR RASULULLOH ITU BISA MENGABULKAN DO’A KITA SEMASA HIDUPNYA, hehehe,, ENTE SENDIRI YANG BIKIN DEFINISI,, KONSISTEN DONG,, HANYA PEMAHAMAN-PEMAHAMAN SESAT YANG SLALU KONTRADIKSI,, KEBENARAN TIDAK AKAN KONTRADIKSI,, :D

30 Maret pukul 6:49 · Suka

Nukasep Thea

sekali lagi YANG ANE KUTIP BUKANLAH RIWAYAT DHO’IF,, TAPI PERKATAAN PARA MUFASSIRIN ITU SENDIRI YANG JELAS TERTULIS DALAM KITAB-KITABNYA,,, ADAPUN PARA MUFASSIRIN MENUQIL KISAH YANG ENTE ANGGAP DHO’IF ITU, JELAS MERK NUQIL HANYA SEBATAS,, HANYA SEBATAS TAUKID ATAS APA YANG MEREKA PAHAMI,,!! SETIDAKNYA KALAUPUN BENAR KISAH ITU DHO’IF DALAM SEGI SANAD,, PARA MUFASSIRIN MENGANGGAP SAHIH DALAM MATANNYA,,, APA ENTE PIKIR PARA IMAM ULAMA ITU MAU MENJERUMUSKAN UMAT KAPADA KEMUSYRIKAN,,??? MIKIR DONG,,! :)

30 Maret pukul 6:54 · Suka

Nukasep Thea

perlu ente tahu PARA NABI itu SEJATINYA TETAP HIDUP,,, MEREKA BERIBADAH DI ALAM KUBURNYA,,,!! PARA SYUHADA SAJA HIDUP DI ALAM KUBURNYA DAN MENDAPAT RIZQI DARI ALLOH,, APATAH LAGIPARANABI,,!! :D

30 Maret pukul 7:02 · Suka

Abu HasanNukasep Thea:

Jangan MEngandalkan PERASAAN dna DZHON atau akal… agama ini tegak DI ATAS WAHYU… Ingatlah Perkataan Imam Ali: “Kalau sekiranya AGAMA ini di dasari oleh AKAL, maka Sesungguhnya bagian bawah sepatu lebih utama untuk diusap… dan sungguh aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam mengusap bagian atas sepatunya” (Al-Irwa’)

30 Maret pukul 7:06 · Suka

Nukasep Thea

GAK NYAMBUNG om,,, tanggapan ente,,, :D

30 Maret pukul 7:09 · Suka

Nukasep Thea

para nabi Hidup di alam kuburnya BUKAN DZHON,,, TAPI JELAS BERDASARKAN DALIL2 SARIH DAN SHOHIH,,! :)

30 Maret pukul 7:10 · Suka

Abu HasanNukasep Thea:

selain kita baca tafsiran Al-Qur’an, maka mari kita lihat PRAKTEK KEHIDUPAN BERAGAMA PARA SAHABAT rodiyallahu ‘anhum… di saat mereka di timpa kesusahan apakah mereka MENDATANGI KUBUR Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam? seperti yg diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalalm shahihnya, ketika mereka saat di timpa kemarau panjang mereka TIDAK MENDATANGI KUBUR Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam, tetapi MEREKA MENDATANGI paman beliau yati ABBAS rodiyallahau ‘anhu… ======================== Telah menceritakan kepada kami Al Hasan bin Muhammad berkata, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin ‘Abdullah Al Anshari berkata, telah menceritakan kepadaku bapakku ‘Abdullah bin Al Mutsanna dari Tsumamah bin ‘Abdullah bin Anas dari Anas bin Malik bahwa ‘Umar bin Al Khaththab radliallahu ‘anhu ketika kaum muslimin tertimpa musibah, ia meminta hujan dengan berwasilah kepada ‘Abbas bin ‘Abdul Muththalib seraya berdo’a, “Ya Allah, kami meminta hujan kepada-Mu dengan perantaraan Nabi kami, kemudian Engkau menurunkan hujan kepada kami. Maka sekarang kami memohon kepada-Mu dengan perantaraan paman Nabi kami,, maka turunkanlah hujan untuk kami.” Anas berkata, “Mereka pun kemudian mendapatkan hujan.” (HR. BUKHARI)

30 Maret pukul 7:16 · Suka

Abu Hasan

Nukasep Thea perlu ente tahu PARA NABI itu SEJATINYA TETAP HIDUP,,, MEREKA BERIBADAH DI ALAM KUBURNYA,,,!! PARA SYUHADA SAJA HIDUP DI ALAM KUBURNYA DAN MENDAPAT RIZQI DARI ALLOH,, APATAH LAGI PARA NABI,,, mana dasar perkataan ente??

30 Maret pukul 7:17 · Suka

Nukasep Thea

وَلاَ تَقُوْلُوْا لِمَنْ يُقْتَلُ فِيْ سَبيْلِ اللهِ أَمْوَاتٌ بَلْ أَحْيَاءٌ وَ لَكِنْ لاَّ تَشْعُرُوْن

Dan janganlah kamu katakan ter­hadap orang yang terbunuh di jalan Allah bahwa mereka mati. Bahkan mereka hidup, akan tetapi kamu tidak merasa. (al-Baqoroh:154(

30 Maret pukul 7:19 · Suka

Nukasep Thea

وَلاَ تَحْسَبَنَّ ٱلَّذِينَ قُتِلُواْ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ أَمْوَاتاً بَلْ أَحْيَاءٌ عِندَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ.. Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup* di sisi Tuhannya dengan mendapat rezki, (ali Imaran:169(

30 Maret pukul 7:20 · Suka

Nukasep Thea وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَٱلرَّسُولَ فَأُوْلَـٰئِكَ مَعَ ٱلَّذِينَ أَنْعَمَ ٱللَّهُ عَلَيْهِم مِّنَ ٱلنَّبِيِّينَ وَٱلصِّدِّيقِينَ وَٱلشُّهَدَآءِ وَٱلصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَـٰئِكَ رَفِيقاً

“Barangsiapa menta’ati Allah, dan Rasul, MEREKA BERSAMA orang-orang yang Allah beri nikmat kepada mereka, di antara mereka para nabi-nabi, shiddiqin, syuhada, dan shalihin. Merekalah sebaik-baik teman.” An Nisa’:69

30 Maret pukul 7:23 · Suka

Nukasep Thea

IMAM IBNU HAJAR DALAM FATHUL BARINYA
وقد جمع البيهقي كتابا لطيفا في ” حياة الأنبياء في قبورهم ” أورد فيه حديث أنس ” الأنبياء أحياء في قبورهم يصلون ” أخرجه من طريق يحيى بن أبي كثير وهو من رجال الصحيح عن المستلم بن سعيد وقد وثقه أحمد وابن حبان عن الحجاج الأسود وهو ابن أبي زياد البصري وقد وثقه أحمد وابن معين عن ثابت عنه ،

30 Maret pukul 7:24 · Suka

Abu HasanNukasep Thea:

Dari SISI mana ayat tersebut dapat DIJADIKAN HUJJAH BAGI TAWASSUL? oba ente baca deh, tafsir ayat tersebut… NGGAK SEDIKITpun menjadi HUJJAH untuk TAWASSUL…

30 Maret pukul 7:28 · Suka

Nukasep Thea

JADI PERKATAAN ENTE YANG INI ==>>Abu Hasan
Nukasep Thea: ini FAEDAH TAMBAHAN… Jika seseorang telah mati maka, Orang tersebut TIDAK DAPAT MENDENGAR dan MENGABULKAN DOA, demikan juga dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam, ================================
وَالَّذِينَ تَدْعُونَ مِن دُونِهِ مَا يَمْلِكُونَ مِن قِطْمِيرٍ إِن تَدْعُوهُمْ لَا يَسْمَعُوا دُعَاءكُمْ وَلَوْ سَمِعُوا مَا اسْتَجَابُوا لَكُمْ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكْفُرُونَ بِشِرْكِكُمْ وَلَا يُنَبِّئُكَ مِثْلُ خَبِيرٍ

Artinya:
“Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari. Jika kamu menyeru mereka, mereka tiada mendengar seruanmu ; dan kalau mereka mendengar, mereka tidak dapat memperkankan permintaanmu. Dan di hari kiamat mereka akan mengingkari kemusyrikanmu dan tidak ada yang dapat memberikan keterangan kepadamu sebagaimana yang diberikan oleh Yang maha Mengetahui” [Fathir : 13-14]

Begitu juga firman-Nya
وَمَا يَسْتَوِي الْأَحْيَاء وَلَا الْأَمْوَاتُ إِنَّ اللَّهَ يُسْمِعُ مَن يَشَاء وَمَا أَنتَ بِمُسْمِعٍ مَّن فِي الْقُبُورِ

artinya:
“dan tidak (pula) sama orang-orang yang hidup dan orang-orang yang mati. Sesungguhnya Allah memberi pendengaran kepada siapa yang dike- hendaki-Nya dan kamu sekali-kali tiada sanggup menjadikan orang yang didalam kubur dapat mendengar .” [Fathir : 22]
about an hour ago · Like SAMA SEKALI GAK NYAMBUNG DAN JELAS BERTOLAK BELAKANG DENGAN DEFINISI TAWASSUL YANG ENTE KATAKAN SENDIRI,, ALIAS ENTE ITU BINGUNG ATAU BODOH ATAU GAK KONSISTEN af1,, :)

30 Maret pukul 7:29 · Suka

Nukasep Thea

Abu Hasan Nukasep Thea: Dari SISI mana ayat tersebut dapat DIJADIKAN HUJJAH BAGI TAWASSUL? oba ente baca deh, tafsir ayat tersebut… NGGAK SEDIKITpun menjadi HUJJAH untuk TAWASSUL…
about a minute ago · Like @[0:1: ENTE MENGATAKAN AN-NISA:64 ITU BERLAKU JIKA RASUL MASIH HIDUP,, ITU BUKTI BAHWA SEJATINYA RASULULLOH ADALAH TETAP HIDUP,, JADI KITA TIDAK MENDATANGI ORANG MATI SECARA MAKNA,,]

30 Maret pukul 7:32 · Suka

Nukasep Thea

HUJJAH TAWASSUL JELAS PADA AN-NISA:64,,!! :)

30 Maret pukul 7:32 · Suka

Nukasep Thea

SEMENTARA AYAT YANG ENTE KUTIP FATHIR 13,14, 22 SAMA SEKALI BUKANLAH HUJJAH UNTUK MENOLAK TAWASSUL,, ATAUPUN LARANGAN TAWASUL,,, BACA JUGA TAFSIRNYA,,! :)

30 Maret pukul 7:34 · Suka

Abu HasanNukasep Thea:

APAKAH SAMA HIDUPNYA RASULULLAH shallallahu ‘alaihi wassallam di ALAM BARZAKH dengan HIDUPnya Beliau di alam DUNIA? perhatikan keterangan berikut: ========================== علم أن الحياة التي أثبتها هذا الحديث (الأنبياء – صلوات الله عليهم – أحياء في قبورهم يصلون) ، للأنبياء عليهم الصلاة والسلام إنما هي حياة برزخية , ليست من حياة الدنيا في شيء , ولذلك وجب الإيمان بها دون ضرب الأمثال لها , ومحاولة تكييفها وتشبيهها بما هو المعروف عندنا في حياة الدنيا .
هذا هو الموقف الذي يجب أن يتخذه المؤمن في هذا الصدد : الإيمان بما جاء في الحديث دون الزيادة عليه بالأقيسة والآراء , كما يفعل أهل البدع الذين وصل الأمر ببعضهم إلى ادعاء أن حياته صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ في قبره حقيقية , قال : يأكل ويشرب ويجامع نساءه , وإنما هي حياة برزخية لا يعلم حقيقتها إلا الله سبحانه وتعالى. انتهى كلام الالباني من السلسلة الصحيحة الحديث

30 Maret pukul 7:43 · Suka

Nukasep Thea

KATA2 SIAPA TUH,, USTADZ DADAKAN YA,,, KALO MAU AMBIL RUJUKAN DARI ULAMA YANG BISA ENTE DAN ANE TERIMA,, APA PERNAH ANE NUQIL KALAM ULAMA2 KHUSUS ANE,? :)

30 Maret pukul 7:45 · Suka

Nukasep Thea

INI TAFSIR IBNU KATSIR MENGENAI ALI-IMRAN AYAT 169 TENTANG HIDUPNYA PARA SYUHADA DAN SHOLIHIN,,, ==>>>>> وقد قال مسلم في صحيحه: حدثنا محمد بن عبد الله بن نمير، حدثنا أبو معاوية، حدثنا الأعمش عن عبد الله بن مرة، عن مسروق، قال: سألنا عبد الله عن هذه الآية: { وَلاَ تَحْسَبَنَّ ٱلَّذِينَ قُتِلُواْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ أَمْوَٰتاً بَلْ أَحْيَاءٌ عِندَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ } فقال: أما إنا قد سألنا عن ذلك رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال: ” أرواحهم في جوف طير خضر، لها قناديل معلقة بالعرش، تسرح من الجنة حيث شاءت، ثم تأوي إلى تلك القناديل، فاطلع إليهم ربهم اطلاعة، فقال: هل تشتهون شيئاً؟ فقالوا: أي شيء نشتهي ونحن نسرح من الجنة حيث شئنا؟ ففعل ذلك بهم ثلاث مرات، فلما رأوا أنهم لن يتركوا من أن يسألوا، قالوا: يا رب نريد أن ترد أرواحنا في أجسادنا حتى نقتل في سبيلك مرة أخرى، فلما رأى أن ليس لهم حاجة، تركوا ” وقد روي نحوه من حديث أنس وأبي سعيد.

30 Maret pukul 7:47 · Suka

Abu HasanNukasep Thea:

PERHATIKAN oleh ente TIDAK ADA QIYAS DALAM AQIDAH… Hidup Rasulullah dalam ALAM BARZAKH adalah HAL YANG GHAIB (tidak diketahui kecuali atas Hujjah yang shahih)… sehingga, TIDAK DAPAT AYAT QS. AN-NISA: 64 dijadikan HUJJAH… ayat tersebut HANYA SEBAGAI WASILAH SAAT BELIAU MASIH HIDUP…

30 Maret pukul 7:49 · Suka

Nukasep TheaAbu Hasan

,, BACA LAGI DEFINISI TAWASSUL DAN SYARAT WASHILAH YANG ENTE TULIS,!! APA MENURUT ENTE KEMULIAANPARANABI ITU HILANG SETELAH WAFATNYA,,?? ATAU DERAJAT MEREKA TURUN BA’DA WAFATIHI,,?? ATAU ALLOH SUDAH TIDAK MENCINTAI MEREKA LAGI,,?? :)

30 Maret pukul 7:51 · Suka

Nukasep Thea

btw Hadits tentang sayyidina Umara mendatangi sayyidina Abbas,, HADITSNYA JANGAN DIPOTONG,,! BACA APA YANG MELATAR BELAKANGI SAYYIDINA UMAR MENDATANGI SAYYIDINA ABBAS,,??? :)

30 Maret pukul 7:54 · Suka

Nukasep Thea

SEBELUM SAYYIDINA UMAR MENDATANGI SAYYIDINA ABBA, BELIAU DIDATANGI OLEH SAHABAT YANG BARU SAJA DARI MENDATANGI KUBUR NABI,,, DAN SAYYIDINA UMAR TIDAK MENGHARDIK ATAU MENYESATKAN SAHABAT TERSEBUT,,! :)

30 Maret pukul 7:55 · Suka

Abu HasanNukasep Thea:

ente GAK faham kayaknya dengan kalimat ini =============== “Sesungguhnya jikalau mereka ketika menganiaya dirinya DATANG KEPADAMU” (QS. An-Nisa: 64) ================ apakah itu datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam dalam keadaan BELIAU HIDUP atau setelah WAFAT?

30 Maret pukul 7:56 · Suka

Nukasep Thea

MASA HIDUP MAUPUN BA’DA WAFATNYA,,, SEDIKITPUN TIDAK ADA TAQYID DALAM AYAT TSB YANG MEMBATASI HANYA SAAT HIDUP BELIAU,,! BACA DAN PAHAMI BAIK2 AYATNYA,, RUJUK JUGA DENGAN TAFSIRPARAULAMA,,! :)

30 Maret pukul 7:57 · Suka

Nukasep Thea

SEBENERNYA ENTE PAHAM GAK SIH DENGAN DEFINISI TAWASSUL,,?? APA DEFINISI KEMARIN ENTE COPAS TAPI GAK DIPAHAMI,,??? :)

30 Maret pukul 7:59 · Suka

Abu HasanNukasep Thea:

AYAT TERSEBUT MENJELASAKAN datangilah RAsulullah shallallahu ‘alaihi wassallam (dalam KEADAAN BELIAU MASIH HIDUP) dan mintalah Beliau memohonkan ampun kepada ALLAH… dan MENDATANGI KUBUR BELAIU TIDAK ADA RIWAYAT YAANG SHAHIH yang MENGISAHKAN PARA SHAHABAT rodiyallahu ‘anhum, atau orang setelahnya …

30 Maret pukul 7:59 · Suka

Abu HasanNukasep Thea:

maka darimana SISI PENDALILAN AYAT tersebut sebagai HUJJAH untuk WASILAH? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam telah wafat… maka JANGAN MENGGUNAKAN QIYAS DALAM AQIDAH…

30 Maret pukul 8:01 · Suka

Abu Hasan

afwan ane off dulu…

30 Maret pukul 8:01 · Suka

Nukasep TheaAbu Hasan

@ itu BUKAN QIYAS om,,, AYAT ITU JELAS SEKALI AGAR KITA BISA MENGANJURKAN KITA MENDATANGI RASULULLOH,, SEKARANG KITA MENDATANGI RASULULLOH KEMANA,,??? ENTE BILANG TIDAKADAYANG SAHIH,,??? LAH ENTE MENGUTIP HADITS SAYYIDINA UMAR MENDATANGI SAYYIDINA ABBAS,,?? APA ITU BUKAN DALIL SAHIH,,??? LIHAT LATAR BELAKANG SAYYIDINA UMAR MENDATANGI SAYYIDINA ABAS,, ITU DIDAHULUI OLEH SAHABT YANG MENDATANGI KUBUR NABI,,!!! JANGAN MABOK AH,, :D

30 Maret pukul 8:04 · Suka

Nukasep TheaAbu Hasan

@ dalam Tafsir Ibnu Katsir yang ane kutip diatas,, ente PERHATIKAN ===>> قد سألنا عن ذلك رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال: ” أرواحهم في جوف طير خضر، لها قناديل معلقة بالعرش، تسرح من الجنة حيث شاءت، ثم تأوي إلى تلك القناديل، فاطلع إليهم ربهم اطلاعة، فقال: هل تشتهون شيئاً؟ ==>>>>>> SUNGGUH telah bertanya kami tentang hal tsb (HIDUPNYA PARA SYUHADA) kepada Rasululloh shollallohu ‘alayhi wasallam, dab beliau bersabda: “Arwah para syuhada berada dalam perut burung hijau, baginya terdapat pelita-pelita yang bergantungan dibawah ‘Arsy. Ia terbang dengan bebas menurut kehendaknya, Maka Robb mereke mendatangi mereka dan ber Firman : APAKAH KALIAN MENGINGINKAN SESUATU,,??? (intaha)

JELAS SEKALI SABDA NABI DIATAS BAHWA ALLOH MENDATANGI RUH PARA SYUHADA DAN BERTANYA KEPADA MEREKA APAKAH MEREKA MENGINGINKAN SESUATU, MAKA JIKA KITA BERDO’A KEPADA ALLOH DAN BERTAWASSUL DENGAN MEREKA AGAR MEREKA MEMOHON KEPADA ALLOH ATAS HAJAT KITA,, APAKAH ALLOH AKAN MENGABAIKAN PERMOHONAN MEREKA,,?? :)

30 Maret pukul 8:21 · Suka

Mpo’ Ivhey Sajja

udah kabur orangnya tuh..^^ lagi siapa coba yang nyembah kubur..hfffhh lagi2 prasangka…” ana cateeeet’ (malaikat atid)..:p

30 Maret pukul 17:02 · Suka

Nukasep Thea

IBNU KATSIR MENSAHIHKAN TAWASSUL DATANG KE KUBUR NABI FI KITABIHI “AL-BIDAYAH WA NIHAYAH”

وقال الحافظ أبو بكر البيهقي : أخبرنا أبو نصر بن قتادة وأبو بكر الفارسي قالا : حدثنا أبو عمرو بن مطر ، حدثنا إبراهيم بن علي الذهلي ، حدثنا يحيى بن يحيى ، حدثنا أبو معاوية ، عن الأعمش ، عن أبي صالح ، عن مالك قال : أصاب الناس قحط في زمان عمر بن الخطاب ، فجاء رجل إلى قبر النبي صلى الله عليه وسلم ، ، فقال : يا رسول الله استسق الله لأمتك فإنهم قد هلكوا . فأتاه رسول الله ، صلى الله عليه وسلم ، في المنام ، فقال : ” ائت عمر فأقرئه مني السلام وأخبره أنكم مسقون ، وقل له عليك الكيس الكيس ” . فأتى الرجل فأخبر عمر فقال : يا رب ما آلو إلا ما عجزت عنه . وهذا إسناد صحيح .
(ابن كثير – البداية والنهاية)

30 Maret pukul 23:53 · Suka

Abu HasanNukasep Thea:

ok lah mungkin YANG ENTE PIKIRKAN itu benar… mungkin YANG MENJADI PERTANYAAN…. KEMANA KITA HARUS MENYAMPAIKAN HAJAT KITA? ke KUBUR RASULULLAH shallallahu ‘alaihi wassallam atau KITA DATANGI KE SURGA untuk MENYAMPAIKAN HAJAT KITA? oya, APAKAH ENTE PUNYA KEYAKINAN bahwa RASULULLAH shallallahu ‘alaihi wassallam di DALAM KUBURANNYA MASIH MENDENGAR, MELIHAT dan BERKATA-KATA? dan menjadi MUSYKIL bagi ane APAKAH RASULULLAH shallallahu ‘alaihi wassallam MAMPU MENDENGAR apa yang DIKATAKAN oleh MANUSIA?

31 Maret pukul 6:06 · Suka

Abu HasanNukasep Thea:

SUKA atau NGGAK SUKA ente kepada Syaikh Albani rahimahullah itu terserah ente… :) , tp, ente perhatikan penjelasan beliau mengenai HIDUPN Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam di dalam kuburnya: =============================== علم أن الحياة التي أثبتها هذا الحديث (الأنبياء – صلوات الله عليهم – أحياء في قبورهم يصلون) ، للأنبياء عليهم الصلاة والسلام إنما هي حياة برزخية , ليست من حياة الدنيا في شيء , ولذلك وجب الإيمان بها دون ضرب الأمثال لها , ومحاولة تكييفها وتشبيهها بما هو المعروف عندنا في حياة الدنيا .
هذا هو الموقف الذي يجب أن يتخذه المؤمن في هذا الصدد : الإيمان بما جاء في الحديث دون الزيادة عليه بالأقيسة والآراء , كما يفعل أهل البدع الذين وصل الأمر ببعضهم إلى ادعاء أن حياته صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ في قبره حقيقية , قال : يأكل ويشرب ويجامع نساءه , وإنما هي حياة برزخية لا يعلم حقيقتها إلا الله سبحانه وتعالى. انتهى كلام الالباني من السلسلة الصحيحة الحديث

31 Maret pukul 6:22 · Suka

Nukasep TheaAbu Hasan

@ INI BUKTI ORANG MATI BISA MENDENGAR

عن انس رضي الله عنه عن النبي صل الله عليه وسلم قال: العبد اذا وضع في قبره وتولى وذهب اصحابه حتى انه ليسمع قرع نعالهم

Apabila seorang hamba telah diletakan didalam kuburnya dan telah ditinggalkan para pengantarnya, ia MENDENGAR SUARA gesekan-gesekan sendal pengantarnya.,, (HR. BUKHORI)

31 Maret pukul 6:45 · Suka

Abu HasanNukasep Thea:

yang ane maksud QIYAS adalah MENYAMAKAN KEHIDUPAN NABI shallallahu ‘alaihi wassallam KETIKA Beliau HIDUP DI ALAM BARZAKH dengan HIDUPNYA Beliau di ALAM DUNIA… lalu, dengan MENJADIKAN QS. An-NISA: 64 sebagai HUJJAH untuk MENDATANGI KUBURAN RASULULLAH shallallahu ‘alaihi wassallam UNTUK BERWASILAH… (PERLU diyakini Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam betul-betul WAFAT / MENINGGAL DUNIA sebagaimana LAZIMnya MANUSIA… Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam TELAH DIMAKAMKAN oleh PARA SHAHABAT rodyallahu ‘anhum)… nah, dalam masalah AQIDAH TIDAK BOLEH ADA QIYAS, tp HARUS DILANDASI oleh HUJJAH yang SHAHIH dan SHARIH.

31 Maret pukul 6:46 · Suka

Nukasep Thea

Abu Hasan@ INI MENANDAKAN ORANG MATI TAHU BILA ADA YANG MENDATANGI KUBURNYA

عن عمرو ابن العاص رضي الله عنه قال: اذا دفنتموني فاقيموني فاقيموا حول قبري قدر ما تنحر جزور ويقسم لحمها حتى أستأنس بكم وأعلم ماذا أراجع به رسل ربي

Dari ‘Amru bin ‘Ash Rodhiyallohu ‘anhu beliau berkata ; bila kalian MENGUBURKU maka BERDIRILAH sekitar kuburku kira-kira selama orang menyembelh unta dan membagikan dagingnya selesai, SEHINGGA AKU DAPAT TENANG BERSAMA KALIAN dan aku tahu apa yang ditanyakan kepadaku oleh utusan Robb ku.,, (HR. MUSLIM LIHAT RIYADHUSHOLIHIN)

31 Maret pukul 6:47 · Suka

Abu Hasan

Nukasep Thea: BAGAIMANA DENGAN AYAT INI MENURUT ENTE? APAKAH BERTENTANGAN atau BAGAIMANA? ========================= إِن تَدْعُوهُمْ لَا يَسْمَعُوا دُعَاءكُمْ وَلَوْ سَمِعُوا مَا اسْتَجَابُوا لَكُمْ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكْفُرُونَ بِشِرْكِكُمْ وَلَا يُنَبِّئُكَ مِثْلُ خَبِيرٍ ============================= artinya: “Jika kamu menyeru mereka, mereka tiada mendengar seruanmu; dan kalau mereka mendengar, mereka tidak dapat memperkenankan permintaanmu. Dan dihari kiamat mereka akan mengingkari kemusyirikanmu dan tidak ada yang dapat memberi keterangan kepadamu sebagai yang diberikan o- leh Yang Maha Mengetahui” (QS. Al-FATHIR: 14)

31 Maret pukul 6:51 · Suka

Abu Hasan

Nukasep Thea: dan juga ayat ini? ==============
وَمَا يَسْتَوِي الْأَحْيَاء وَلَا الْأَمْوَاتُ إِنَّ اللَّهَ يُسْمِعُ مَن يَشَاء وَمَا أَنتَ بِمُسْمِعٍ مَّن فِي الْقُبُورِ
=============================== artinya:
“dan tidak (pula) sama orang-orang yang hidup dan orang-orang yang ma- ti. Sesungguhnya Allah memberi pendengaran kepada siapa yang dike- hendaki-Nya dan kamu sekali-kali tiada sanggup menjadikan orang yang didalam kubur dapat mendengar.” (QS.Faathir: 22)

31 Maret pukul 6:54 · Suka

Mpo’ Ivhey Sajja

Hmmm..berputar-putar sj drtd..kesimpulannya..kt dpt merasakannya dan mendengar setelah kt merasakan mati…pasti butuh bgt doany org Чǝлğ msh hidup tuh..apalg klo org Чǝлğ zalim..astaghfirullah

31 Maret pukul 6:55 melalui seluler · Suka

Mpo’ Ivhey Sajja

Pernah punya pengalaman spiritual g̲̮̲̅͡aк̲̮̲̅͡? Saat kerabat atau org Чǝлğ tlah meninggal menginginkan doa atau kunjungan kt?? Alhamdulillah sy pribadi sdh mendptkan pengajarannya..:)

31 Maret pukul 6:59 melalui seluler · Suka · 1

Nukasep Thea

Abu Hasan@ mengenai Fathir:14 YANG TIDAK MENDENGAR itu adalah BERHALA-BERHALA yang disembah dan orang Musyrik itu BERDO’A kepada tuhan-tuhan SELAIN ALLOH,, LIHAT PENGERTIANNYA DALAM TAFSIR IBNU KATSIR,,==> قال تعالى: { إِن تَدْعُوهُمْ لاَ يَسْمَعُواْ دُعَآءَكُمْ } يعني: الآلهة التي تدعونها من دون الله لا تسمع دعاءكم؛ YAKNI TUHAN TUHAN YANG MEREKA SERU / BERDO’A KEPADANYA SELAIN ALLOH TIDAK BISA MENDENGAR DO’A DO’A MEREKA (TIDAK BISA MENGABULKAN DO’A MEREKA). PAHAMI LAGI DEFINISI TAWASSUL ENTE.

31 Maret pukul 7:07 · Suka · 2

Nukasep Thea

Mengenai Fathir:22 APA KATA IBNU KATSIR,,, ==>>> يقول تعالى: كما لا تستوي هذه الأشياء المتباينة المختلفة، كالأعمى والبصير لا يستويان، بل بينهما فرق وبون كثير، وكما لا تستوي الظلمات ولا النور ولا الظل ولا الحرور، كذلك لا تستوي الأحياء ولا الأموات، وهذا مثل ضربه الله للمؤمنين وهم الأحياء، وللكافرين وهم الأموات،
{ وَمَا أَنْتَ بِمُسْمِعٍ مَنْ فِي الْقُبُورِ } أي: كما لا [يسمع و] ينتفع الأموات بعد موتهم وصيرورتهم إلى قبورهم، وهم كفار بالهداية والدعوة إليها، كذلك هؤلاء المشركون الذين كُتِب عليهم الشقاوة لا حيلةَ لك فيهم، ولا تستطيع هدايتهم.

Alloh berfirman: Sebagaimana ketidaksamaan beberapa perkara yang memiliki beragam penjelasan seperti antara buta dan melihat keduanya tidaklah sama, tetapi antara keduanya memiliki banyak perbedaan, dan seperti ketidaksamaan antara kegelapan dan sinar terang, keteduhan dan kepanasan, begitu pula ketidaksamaan antara orang yang hidup dan orang yang mati. DAN INI SEBUAH PERUMPAMAAN DARI ALLOH ATAS ORANG2 MUKMIN SEBAGI ORANG YANG HIDUP DAN ORANG ORANG KAFIR SEBAGAI ORANG YANG MATI.
{Dan kamu sekali-kali tiada sanggup menjadikan orang yang di dalam kubur dapat mendengar}yaitu: sebagaimana [tdk bisa mendengar dan] bermanfa’at buat orang mati setelah kematiannya dan setelah mereka kembali ke kubur mereka. Mereka itu adalah orang-orang kafir dengan memberi petunjuk dan seruan [berbuat baik] atasnya. DEMIKIAN PULA MEREKA ORANG2 MUSYRIK yang telah ditetapkan atas mereka kecelakaan TIDAK ADA BAGIMU DAYA DAN KEMAMPUAN UNTUK MENUNJUKANNYA.

31 Maret pukul 7:16 · Suka

Nukasep Thea

JADI TIDAK BISA MENDENGAR ITU MAKSUDNYA ORANG2 KAFIR YANG TIDAK BISA MENERIMA PETUNJUK DAN AJAKAN UNTUK MASUK ISLAM. SEBAGAIMANA ORANG YANG SUDAH MATI TIDAK BERMANFA’AT LAGI KITA MENYIARKAN SYARI’AT KEPADA YANG SUDAH MATI. :)

31 Maret pukul 7:18 · Suka · 3

Abu Hasan

Nukasep Thea: siapakah TUHAN-TUHAN yang mereka jadikan yang mereka seru? MEREKA ADALAH DULUNYA adalah ORANG-ORANG SHALIH yang telah wafat, yang mereka YAKINI dapat MENYAMPAIKAN HAJAT mereka Kepada ALLAH… apa ENTE pikir mereka MENYEMBAH BATU dan KAYU? mereka meyakini ORANG-ORANG SHALIH yg mereka PANGGIL (doa) adalah WASHILAH bagi mereka kepada Allah..

31 Maret pukul 7:18 · Suka

Abu Hasan

Nukasep Thea: diserupakannya ORANG YANG TIDAK MAU MENERIMA PETUNJUK DENGAN ORANG MATI… apa sebab? karena SAMA-SAMA TIDAK BISA MENDENGAR… fahimta…?

31 Maret pukul 7:21 · Suka

Nukasep Thea

Abu Hasan say: Nukasep Thea: siapakah TUHAN-TUHAN yang mereka jadikan yang mereka seru? MEREKA ADALAH DULUNYA adalah ORANG-ORANG SHALIH yang telah wafat,,, MAKSUD TIDAK BISA MENDENGAR ITU BUKAN TIDAK BISA MENDENGAR SEBENARNYA TAPIIIII TIDAK BISA MENGABULKAN DO’A DO’A MEREKA,,, SEKALI LAGI TIDAK BISA MENGABULKAN DO’A-DO’A MEREKA TERBUKTI AYAT SELANJUTNYA “dan ANDAIPUN MEREKA MENDENGAR, mereka TIDAK DAPAT MENGABULKAN DO’A DO’AMU”

31 Maret pukul 7:24 · Suka

Nukasep Thea

Abu Hasan Nukasep Thea: diserupakannya ORANG YANG TIDAK MAU MENERIMA PETUNJUK DENGAN ORANG MATI… apa sebab? karena SAMA-SAMA TIDAK BISA MENDENGAR… fahimta…?
3 minutes ago · Like TIDAK BISA MENDENGAR = ORANG MATI SUDAH TIDAK BISA MENERIMA PETUNJUK LAGI,, APA ENTE MAU DAKWAH KEKUBURAN,,! ENTE PAHAMI HADITS SAHIH TIDAK MUNGKIN BERTENTANGAN DENGAN ALQUR’AN.

31 Maret pukul 7:26 · Suka

Nukasep Thea

PAHAMI LAGI DEFINISI TAWASSUL ENTE,,, APAKAH MUTAWASSILIN ITU BERDO’A KEPADA WASHILAHNYA,,!!!

31 Maret pukul 7:27 · Suka

Nukasep Thea

INI BUKTI MAYIT BISA MENDENGAR

قال عمر يا رسول الله أتكلم قوما قد جيفوا قال ما أنتم بأسمع لما أقول منهم ولكن لا يستطيعون أن يجيبوا

Umar berkata “Ya Rasulullah, apakah Engkau sedang berbicara dengan suatu kaum yang telah menjadi bangkai?. Beliau menjawab “Tidaklah kalian lebih dapat mendengar apa yang aku katakan daripada mereka. Hanya saja mereka tidak dapat menjawab”,,

Hadis ini sanadnya Shahih sesuai dengan syarat Bukhari dan Muslim. Syaikh Ahmad Syakir dalam Syarh Musnad Ahmad no 182 berkata “sanadnya shahih”. Syaikh Syu’aib Al Arnauth dalam Musnad Ahmad tahqiq beliau berkata:
إسناده صحيح على شرط الشيخين
Sanadnya shahih sesuai dengan syarat Bukhari dan Muslim.

31 Maret pukul 7:29 · Suka · 3

Abu Hasan

Nukasep Thea: inti ayat tersebut… MEREKA yang diseru/dipanggil/dimintai pertolongan adalah PERTAMA: MEREKA TIDAK MENDENGAR, oleh karena mereka TIDAK DAPAT MENDENGAR maka BAGAIMANA MUNGKIN MEREKA DAPAT MENOLONG? ….. KEDUA: SEANDAINYA MEREKA MENDENGAR SEKALIPUN (jelas sekali ORANG MATI TIDAK DAPAT MENDENGAR), maka MEREKA itu TAK AKAN MAMPU MENOLONG….

31 Maret pukul 7:33 · Suka

Nukasep Thea

Abu Hasan@ hehehe,, ENTE TUH BINGUNG APA BODOH SIH,, maaf,,, dikatakan TIDAK MENDENGAR itu bukan tidak mendengar sebenarnya,, pahami lagi dalam ayat itu orang-orang MUSYRIK BERDO’A DAN MENYEMBAH kepada yang mereka anggap tuhan-tuhan selain Alloh. TAPI MEREKA TIDAK BISA MENGABULKAN DO’A2 MEREKA,, BACA AYAT SELANJUTNYA DONG,, KOK MAHAMI AYAT SEPOTONG2 BEGITU,,! :)

31 Maret pukul 7:39 · Suka

Abu Hasan

Nukasep Thea: ane gak mengingkari RIWAYAT-RIWAYAT SHAHIH bahwa dalam KEADAAN TERTENTU mayit DAPAT MENDENGAR… tp, BUKAN BERARTI DAPAT DIJADIKAN HUJJAH UNTUK BERTAWASSUL KEPADA NABI SHALLALLAHU ‘ALAIHI WASSALLAM setelah Beliau Wafat… untuk DIKETAHUI syarat TAWASSUL kepada NABI shallallahu ‘alaihi wassallam atau ORANG SHALEH… orang itu masih HIDUP dan HADIR (ghaib/jauh)…. berdasarkan QS. AN-NISA: 64 tsb…

31 Maret pukul 7:39 · Suka

Abu Hasan

‎* ralat: HADIR (TIDAK GHAIB/TIDAK JAUH)

31 Maret pukul 7:41 · Suka

Nukasep Thea

Abu Hasan say: Nukasep Thea: ane gak mengingkari RIWAYAT-RIWAYAT SHAHIH bahwa dalam KEADAAN TERTENTU mayit DAPAT MENDENGAR… tp, BUKAN BERARTI DAPAT DIJADIKAN HUJJAH UNTUK BERTAWASSUL KEPADA NABI SHALLALLAHU ‘ALAIHI WASSALLAM setelah Beliau Wafat… untuk DIKETAHUI syarat TAWASSUL kepada NABI shallallahu ‘alaihi wassallam atau ORANG SHALEH… orang itu masih HIDUP dan HADIR (ghaib/jauh)…. berdasarkan QS. AN-NISA: 64 tsb…
about a minute ago · Like,,, inilah JUSTRU BENTUK KESYIRIKAN YANG NYATA,,, APAKAH ENTE PIKIR ORANG YANG HIDUP BISA MENGABULKAN DO’A,,?? APA ENTE PIKIR MAKHLUK ITU BISA MEMBERI MANFA’AT DENGAN DEKATNNYA?? SYARAT WASHILAH ADALAH SESUATU YANG DICINTAI DAN DIMULIAKAN ALLOH,,!! MAKA TIDAK BERBEDA HIDUP ATAUPUN MATINYA,, KARENA DERAJAT PARA NABI DAN AWLIYA TIDAK BERKURANG KEMULIAAN MEREKA SEBAB WAFATNYA,JUSTRU BERTAMBAH, DAN TIDAK MEMBUAT ALLOH TIDAK LAGI MENCINTAI MEREKA

31 Maret pukul 7:45 · Suka

Nukasep Thea

KALAU PEMAHAMAN ENTE SEPERTI ITU JUSTRU BERARTI ENTE MEMAHAMI BAHWA TAWASSUL ITU BERDO’A KEPADA WASHILAH,, DAN WASHILAH ITU BISA MENGABULKAN DO’A SEBAB HIDUPNMYA,, ITULAH SYIRIK YANG NYATA,,!!

31 Maret pukul 7:46 · Suka

Nukasep Thea

BEDA PEMAHAMAN DENGAN MUTAWASILIN,,, KAMI MENGANGGAP WASHILAH ADALAH ORANG2 MULIA DAN TAHU BAHWA MEREKA TIDAK BISA MEMBERI MANFA’AT SEBAB HIDUPNYA APALAGI MATINYA TANPA IZIN ALLOH,,, SEKALI LAGI TANPA IZIN ALLOH,,, SEBAB KUASA ALLOH TIDAK DIBATASI OLEH HIDUP DAN MATI,,!! FAHIMTA,,??

31 Maret pukul 7:49 · Suka

Nukasep Thea

DAN JELASS BERDASARKAN DALIL-DALIL SAHIH ALLOH MENGHENDAKI ORANG YANG SUDAH MATI TETAP BISA MENDENGAR,, APALAGI PARA NABI DAN AWLIYA,,, :)

31 Maret pukul 7:51 · Suka

Abu Hasan

Dari Anas bahwa Umar biila orang-orang ditimpa kemarau ia memohon hujan dengan tawasul (perantaraan Abbas Ibnu Abdul Mutholib. Ia berdoa: Ya Allah, sesungguhnya kami dahulu memohon hujan kepada-Mu dengan perantaraan Nabi kami, lalu Engkau beri kami hujan, dan sekarang kami bertawasul kepada-Mu dengan paman Nabi kami, maka berilah kami hujan. Lalu diturunkan hujan kepada mereka. (HR. Bukhari)

31 Maret pukul 8:05 · Suka

Abu Hasan

Nukasep Thea: Lihat lah hadits di atas… SHAHIH… BEGINILAH PRAKTEK PARA SAHABAT atas TAWASSUL KEPADA RASULULLAH shallallahu ‘alaihi wassallam… sedangkan tawassul model yang difahami ente adalah HANYALAH DHZON atau BERANGKAT DARI KESALAHAN DALAM MEMAHAMI NASH-NASH yang ada… JELAS MEREKA PARA SHAHABAT rodiyallahu ‘anhum LEBIH FAHAM TAWASUL daripada ente… afwan… :)

31 Maret pukul 8:08 · Suka

Nukasep Thea

ITU BUKAN DALIL LARANGAN TAWASSUL KEPADA NABI YANG SUDAH WAFAT,, TAPI JUSTRU ITU ADALAH DALIL BAHWA KITA BOLEH BERTAWASSUL SELAIN DARIPADA NABI YAITU PARA SHOLIHIN,,! LIHAT HADITS INI,, YANG JUGA DIALAMI SAYYIDINA UMAR ==>

31 Maret pukul 8:10 · Suka

Nukasep Thea

وقال الحافظ أبو بكر البيهقي : أخبرنا أبو نصر بن قتادة وأبو بكر الفارسي قالا : حدثنا أبو عمرو بن مطر ، حدثنا إبراهيم بن علي الذهلي ، حدثنا يحيى بن يحيى ، حدثنا أبو معاوية ، عن الأعمش ، عن أبي صالح ، عن مالك قال : أصاب الناس قحط في زمان عمر بن الخطاب ، فجاء رجل إلى قبر النبي صلى الله عليه وسلم ، ، فقال : يا رسول الله استسق الله لأمتك فإنهم قد هلكوا . فأتاه رسول الله ، صلى الله عليه وسلم ، في المنام ، فقال : ” ائت عمر فأقرئه مني السلام وأخبره أنكم مسقون ، وقل له عليك الكيس الكيس ” . فأتى الرجل فأخبر عمر فقال : يا رب ما آلو إلا ما عجزت عنه . وهذا إسناد صحيح .
(ابن كثير – البداية والنهاية)

31 Maret pukul 8:10 · Suka

Abu Hasan

Nukasep Thea: siapa rojul yg bermimpi tersebut?? bisa ente sebutkan orangnya?

31 Maret pukul 8:12 · Suka

Nukasep Thea IMAM IBNU HAJAR DALAM FATHUL BARINYA MENGATAKAN BAHWA ROJUL ITU ADALAH BILAL BIN HARITS,,

31 Maret pukul 8:13 · Suka

Nukasep Thea

BACA BAIK2 HADITS YANG ENTE BAWA,,, ADAKAH LARANGAN TAWASSUL KEPADA NABI SETLH WAFATNYA,,??

31 Maret pukul 8:14 · Suka

Nukasep Thea

KALAU MEMANG ITU ADALAH SEBUAH KESYIRIKAN,, APAKAH SAYYIDINA UMAR AKAN DIAM SAJA MENDENGAR DAN MELIHAT KESYIRIKAN DIDEPAN BELIAU,,??

31 Maret pukul 8:15 · Suka

Nukasep Thea

LIHAT APA YANG DIKATAKAN ROJUL ITU,, YA RASULALLOH,, MOHONKANLAH HUJAN KEPADA ALLOH BAGI UMATMU,,,

31 Maret pukul 8:17 · Suka

Abu Hasan

ok… ane harus off dulu… :) assalamu ‘alaikum…

31 Maret pukul 8:17 · Suka

Nukasep Thea

وعليكم السلام
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ألا إله إلا أنت أستغفرك وأتوب إليك.

31 Maret pukul 8:19 · Suka

Nukasep Thea

Abu Hasan@ sebagai bahan renungan ente PERHATIKAN perkatana rojul tersbt,, يا رسول الله استسق الله لأمتك (Ya Rasulalloh,, MOHONKANLAH HUJAN KEPADA ALLOH untuk umatmu) LIHAT,,, MOHONKAN KEPADA ALLOH,,, BUKAN CIPTAKANLAH HUJAN / DATANGKANLAH HUJAN,,, ITULAH TAWASSUL,,, ITULAH TAWASSUL,, ITULAH TAWASSUL,,, KITA BERDO’A KEPADA ALLOH BERSAMA-SAMA WASHILAH ATAU KITA BERDO’A KEPADA ALLOH DENGAN MENYEBUT WASHILAH KITA, KALA BERDO’A KEPADA ALLOH,, :)

31 Maret pukul 8:28 · Suka

Nukasep Thea

oiya,,, MUNGKIN ENTE BISA LEBIH MENERIMA kalo fatwa dan dalilnya dari IMAM PUJAAN ente, IMAM DARI PARA IMAM KAUM WAHABIYIN yakni Ibnu Taymiyah al-Harani, beliau berfatwa dalam MAJMU FATAWAnya bab Janaiz ==>>>

31 Maret pukul 8:44 · Suka

Nukasep Thea

وسئل ـ رَحمه اللّه:
هل يتكلم الميت في قبره أم لا ؟
فأجاب:
يتكلم، وقد يسمع ـ أيضاً ـ من كلمه، كما ثبت في الصحيح عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال: إنهم يسمعون قرع نعالهم. وثبت عنه في الصحيح: أن الميت يسأل في قبره فيقال له: من ربك ؟ وما دينك؟ ومن نبيك؟ فيثبت اللّه المؤمن بالقـول الثابت، فيقول: اللّه ربي، والإسلام ديني،

31 Maret pukul 8:47 · Suka

Nukasep Thea

Ditanyakan kepada (Syeikhul islam Ibnu Taimiyah) rohimahulloh “Apakah mayyit bisa berbicara di dalam kuburnya atau tidak?”

Maka beliau menjawab, “BERBICARA DAN SUNGGUH JUGA MENDENGAR tentang perkataannya, seperti yang TERBUKTI DAN TELAH DITETAPKAN DALAM HADITS SAHIH bahwa Nabi Shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “ (Mereka [amwat] mendengar suara langkah kaki mereka (zaa-ir)). Dan diriwayatkan dalam hadits Shahih bahwa orang mati ditanya dalam kuburnya. dikatakan kepadanya: Siapa Tuhanmu?, Apa agamamu?, dan siapa Nabimu? Maka Alloh meneguhkan (iman) kepada orang mukmin dengan jawaban yang teguh. Maka (mayit) berkata, “Allah adalah Tuhanku, Islam agamaku,

31 Maret pukul 8:50 · Suka · 1

Mpo’ Ivhey Sajja

udah kang asep..sptnya abu hasan sdh paham..hehhee..sy yg gak belajar tafsir aja dari pengertian dalil diatas dari pak abu..kykna nih orang salah terjemahan..coz sasarannya gak tepat..:p

31 Maret pukul 10:45 · Suka · 4

Kuburiy Yin

Nah itu sudah jelas kalo mayit itu sibuk dgn urusannya sendiri dikuburan, gak sempat nolong yg hidup di dunia, hehehe

31 Maret pukul 14:53 melalui seluler · Suka

Abu Hasan

Nukasep Thea: kemanakah AKAL yang ALLAH berikan? mengapa ente GAK BISA MEMAHAMI bahwa TAWASSUL kepada Rasulullahshallallahu ‘alaihi wassallam adalah pada SAAT beliau MASIH HIDUP…. PERHATIKAN AYAT QUR’AN dan HADITS BERIKUT… ===================
وَمَا أَرْسَلْنَا مِن رَّسُولٍ إِلاَّ لِيُطَاعَ بِإِذْنِ اللّهِ وَلَوْ أَنَّهُمْ إِذ ظَّلَمُواْ أَنفُسَهُمْ جَآؤُوكَ فَاسْتَغْفَرُواْ اللّهَ وَاسْتَغْفَرَ لَهُمُ الرَّسُولُ لَوَجَدُواْ اللّهَ تَوَّابًا رَّحِيمًا
Artinya:
Dan Kami tidak mengutus seseorang rasul melainkan untuk dita’ati dengan seizin Allah. Sesungguhnya jikalau mereka ketika menganiaya dirinya DATANG KEPADAMU, lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasulpun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. (QS. An-NISA: 64)

==================================
حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ عُمَرَ أَخْبَرَنَا شُعْبَةُ عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ قَالَ سَمِعْتُ عُمَارَةَ بْنَ خُزَيْمَةَ يُحَدِّثُ عَنْ عُثْمَانَ بْنِ حُنَيْفٍ
أَنَّ رَجُلًا ضَرِيرَ الْبَصَرِ أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ ادْعُ اللَّهَ أَنْ يُعَافِيَنِي قَالَ إِنْ شِئْتَ دَعَوْتُ لَكَ وَإِنْ شِئْتَ أَخَّرْتُ ذَاكَ فَهُوَ خَيْرٌ فَقَالَ ادْعُهُ فَأَمَرَهُ أَنْ يَتَوَضَّأَ فَيُحْسِنَ وُضُوءَهُ فَيُصَلِّيَ رَكْعَتَيْنِ وَيَدْعُوَ بِهَذَا الدُّعَاءِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ وَأَتَوَجَّهُ إِلَيْكَ بِنَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ نَبِيِّ الرَّحْمَةِ يَا مُحَمَّدُ إِنِّي تَوَجَّهْتُ بِكَ إِلَى رَبِّي فِي حَاجَتِي هَذِهِ فَتَقْضِي لِي اللَّهُمَّ شَفِّعْهُ فِيَّ
===================
Artinya:
Tersebutlah dalam riwayat, bahwa seorang buta DATANG kepada Nabi. Orang itu berkata, “Ya Rasulullah, berdo’alah kepada Allah, agar Dia menyembuhkanku (sehingga bisa melihat kembali).” Rasulullah menjawab, “Jika engkau menghendaki, aku akan berdo’a untukmu, dan jika engkau menghendaki, bersabar adalah lebih baik bagimu.” Ia (tetap) berkata, “Do’akanlah.” Lalu Rasulullah menyuruhnya berwudhu secara sempurna, lalu shalat dua rakaat, selanjutnya beliau menyuruhnya berdo’a dengan mengatakan,

“Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepadaMu, dan aku menghadap kepadaMu dengan (perantara) NabiMu, seorang Nabi yang membawa rahmat. Wahai Muhammad, sesungguhnya aku menghadap dengan (perantara)mu kepada Tuhanku dalam hajatku ini, agar dipenuhiNya untukku. Ya Allah jadikanlah ia pemberi syafa’at kepadaku, dan berilah aku syafa’at (perto-longan) di dalamnya.” la berkata, “Laki-laki itu kemudian mela-kukannya, sehingga ia sembuh.” (HR. Ahmad, hadits shahih)
====================================
Dan hadits ini:

حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْأَنْصَارِيُّ حَدَّثَنِي أَبِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُثَنَّى عَنْ ثُمَامَةَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَنَسٍ عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ كَانَ إِذَا قَحَطُوا اسْتَسْقَى بِالْعَبَّاسِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ فَقَالَ اللَّهُمَّ إِنَّا كُنَّا نَتَوَسَّلُ إِلَيْكَ بِنَبِيِّنَا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَتَسْقِينَا وَإِنَّا نَتَوَسَّلُ إِلَيْكَ بِعَمِّ نَبِيِّنَا فَاسْقِنَا قَالَ فَيُسْقَوْنَ
==============================
Artinya:
Telah bercerita kepada kami Al Hasan bin Muhammad telah bercerita kepada kami Muhammad bin ‘Abdullah Al Anshariy telah bercerita kepadaku bapakku, ‘Abdullah bin Al Mutsannaa dari Tsumamah bin ‘Abdullah bin Anas dari Anas radliallahu ‘anhu bahwa ‘Umar bin Al Khaththab ketika mereka ditimpa musibah kekeringan dia meminta hujan dengan berwasilah kepada ‘Abbas bin ‘Abdul Muththalib seraya berdo’a; “ALLOOHUMMA INNAA KUNNA NATAWASSALU ILAIKA BIN ABIYYINAA MUHAMMAD SHALLALLAHU’ALAIHIWASALLAM FATASQIINAA WA-INNAA NATAWASSALU ILAIKA BI’AMMI NABIYYINAA FASQINAA” Ya Allah, kami dahulu pernah meminta hujan kepada-Mu dengan perantaraan Nabi kami kemudian Engkau menurunkan hujan kepada kami. Maka sekarang kami memohon kepada-Mu dengan perantaraan paman Nabi kami, maka turunkanlah hujan untuk kami”. Anas berkata; “Kemudian turunlah hujan. (HR. BUKHARI)
====================
Lihatlah MEREKA DATANG kepada NABI shallallahu ‘alaihi wassallam…. dan setelah WAFATnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam MEREKA TIDAK MENDATANGI KUBURAN RASULULLAH shallallahu ‘alaihi wassallam, tetapi mereka MENDATANGI paman Beliau Al-ABBAS…

31 Maret pukul 17:17 · Suka

Mpo’ Ivhey Sajja

hanya orang2 yg berakal yg mengerti ini..dan orang2 yg sdh memiliki pengalaman spiritual..hehehe

31 Maret pukul 17:20 · Suka

Abu Hasan

Nukasep Thea: andainya DIBENARKAN TAWASSUL HANYA DENGAN SEMATA-MATA JAH NABI shallallahu ‘alaihi wassallam… maka, tiimbul PERTANYAAN… MENGAPA SHAHABATrodiyallahu ‘anhu YANG BUTA repot-repot DATANG KEPADA NABI shallallahu ‘alaihi wassallam? KENAPA TIDAK MENCUKUPKAN BERDOA DIRUMAHNYA SAJA dan MENGATAKAN: “YA ALLAH DENGAN JAH NABI SHALLALLAHU ‘ALAIHI WASSALLAM SEMBUHKANLAH AKU” …. dan MENGAPA UMAR dan PARA SHAHABAT rodiyallahu ‘anhum saat meminta hujan TIDAK DATANG KE KUBUR NABI shallallahu ‘alaihi wassallam MALAH mendatangi paman Beliau Al-ABBAS? KENAPA para SHAHABAT rodiyallahu ‘anhum TIDAK MENCUKUP BERDOA dengan JAH Nabi Shallallahu ‘alaihi wassallam?

31 Maret pukul 18:06 · Suka

Bahrulov Elhariri

terserah ente mo bilang apa.. yg pasti ulama’-ulama’ dulu lebih mengerti daripada ente yg masih ingusan dalam hal agama…

31 Maret pukul 18:15 · Suka

Abu Hasan

Nukasep Thea: coba ente baca BANTAHAN terhadap KISAH MIMPI tersebut… ==================================== … استدلالهم على الاستغاثة بالنبي – صلى الله عليه وسلم – وطلب الدعاء منه بما رواه وابن ابي شيبة والبيهقي في الدلائل(1) عن مالك الدار خازن عمر أنه قال: (أصاب الناس قحط في زمن عمر، فجاء رجل إلى قبر النبي – صلى الله عليه وسلم – فقال: يا رسول الله، استسق لأمتك فإنهم قد هلكوا، فأتى الرجل في المنام فقيل له: إئت عمر فأقرئه السلام وأخبره إنكم تسقون، وقل له: عليك الكيس ، عليك الكيس. فأتى الرجل عمر فأخبره فبكى عمر ثم قال: يا رب ما آلو إلا ما عجزت عنه )
===================
والرد عليها من وجوه:

… (أولها) أن القصة لا تثبت لجهالة حال مالك الدار خازن عمر، فإنه لا يعرف بالضبط في رواية الحديث ، أورده ابن أبي حاتم في الجرح والتعديل ولم يذكر فيه جرحاً ولا تعديلاً، وقال المنذري: (لا أعرفه )(2).
==============
… (الثاني) أن الرجل الذي أتى القبر مجهول لا يعرف، فكيف يُعوّل في هذه القصة على روايته وقد خالفها الاجماع المنعقد على مقتضى النصوص الواردة فيما يشرع عند وجود القحط من استغفار الله والتوبة.
وما قيل: أن المجهول هو بلال بن الحارث الصحابي. فلا يصح لأنه من رواية سيف بن عمر ذكرها في الفتوح، وسيف بن عمر المتفرد بهذه الزيادة ضعيف باتفاق المحدثين(3) ، بل قيل إنه كان يضع الحديث وقد اتهم بالزندقة ، قال ابن حبان (يروي الموضوعات عن الأثبات، وكان يضع الحديث).(4)
=================
… (الثالث) أنه لو صح لم يكن دليلا على ما ذكروا، إذ ليس في الحديث أنه أخبر عمر – صلى الله عليه وسلم – بالاستسقاء من النبي – صلى الله عليه وسلم -.
__________
=======================
. (الرابع) أن هذه القصة حجة على المنازع لأن الرجل لما طلب الدعاء من النبي – صلى الله عليه وسلم – لأمته لم يقل له: أنا أدعو لكم، بل أمره بما شرعه وسنه لهم وهو أن يدعون الله ويستسقون.
================
… (الخامس) أن القصة مخالفة لفعل الصحابة فقد ثبت عن عمر – رضي الله عنه – أنه كان يستسقى بدعاء العباس كما مر سابقا مما يدل على نكارتها.
=====================
… (السادس) أن القصة منكرة المتن لمخالفتها ما ثبت في الشرع من استحباب إقامة صلاة الاستسقاء في مثل هذه الحالات.
=====================
(1) ابن أبي شيبة (6/356) ودلائل النبوة للبيهقي /باب ما جاء في رؤية النبي صلى الله عليه وسلم في المنام
(2) الترغيب والترهيب (باب الترغيب في الإنفاق في وجوه الخير كرما والترهيب من الإمساك والادخار شحا )
(3) ميزان الاعتدال (2/255)
=====================
تأليف
فيصل بن قزار الجاسم

31 Maret pukul 20:57 · Suka · 1

Mpo’ Ivhey Sajja

Rosulullah SAW Bersabda: AKu akan membangun sebuah istana disyurga bagi sp sj yg meninggalkan perdebatan sekalipun ia benar.dan Aku akan membangun sebuah taman2 disyurga bagi sp sj yg meninggalkan kebohongan sekalipun ia bercanda” (Hrmuslim)

31 Maret pukul 21:02 · Suka · 1

Abu HasanNukasep Thea:

FAIDAH TAMBAHAN ===============================

رَوَى الطبراني فِي مُعْجَمِهِ الْكَبِيرِ { أَنَّهُ كَانَ فِي زَمَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُنَافِقٌ يُؤْذِي الْمُؤْمِنِينَ فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ الصِّدِّيقُ : قُومُوا بِنَا لِنَسْتَغِيثَ بِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ هَذَا الْمُنَافِقِ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إنَّهُ لَا يُسْتَغَاثُ بِي وَإِنَّمَا يُسْتَغَاثُ بِاَللَّهِ }

================================================ artinya: Thabrani meriwayatkan di dalam kitabnya, Mu’jam Al-Kabir: Bahwa dulu pada zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ada seorang munafiq (Abdullah bin Ubay) menyakiti/ mengganggu orang-orang mukmin, maka Abu Bakar berkata: Bangkitlah dengan kami, kami akan minta tolong kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari (gangguan) munafiq ini. Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya aku tidak (boleh) dimintai tolong, dan sesungguhnya hanya Allah lah yang dimintai tolong.” (Disebutkan oleh al-Haitsami dalam Majma’ Az-Zawaaid 10/159 dan ia berkata: Diriwayatkan oleh Thabrani sedang para periwayatnya shahih selain Ibnu Lahi’ah dan hadits ini hasan).

1 April pukul 20:46 · Suka

Nukasep Thea

hehehe,,, Abu Hasan@ Hujjah sudah ane paparkan baik dari ane pribadi PLUS HUJJAH PARA AHLI ILMU, IMAMNYA PARA ULAMA,, SEDIKITPUN ENTE TIDAK MENJAWAB DENGAN ILMU KECUALI JAWABAN2 PRIBADI PLUS HAWA NAFSU,,, DITAMBAH LAGI KONTRADIKIS ANTARA DEFINISI YANG ENTE SENDIRI PAPARKAN DENGAN APA YANG ENTE PAHAMI,, DEFINISI ENTE DIBANTAH SENDIRI OLEH PEMAHAMAN ENTE,,, hehehehe,, SEPRTI INIKAH CONTOH ORANG BERAKAL,,??? HANYA ALLOH YANG DAPAT MEMBERI HIDAYAH,,, ALLOHU YAHDIK,, :)

2 April pukul 9:51 · Suka

Maha Jana

ikhwan bagaimana dgn kisah umar masuk islam itu berkat do’a rosul bagaimana klo kita minta di doakan orang ntuk mendapat hidayah atau yang lainnya yang intinya doa tetap memohon pada ALLOH SWT

2 April pukul 14:05 · Suka

Ömatz Van Dee Ivz

maaf boleh tau… sanad yg gelap…. itu derajat hadithnya bgmana ya?

2 April pukul 14:54 · Suka

Abu HasanNukasep Thea:

ane baru MEMBANTAH HUJJAH ente mengenai BOLEHNYA TAWASSUL KEPADA JAH NABI shallallahu ‘alaihi wassallam SEMAT-MATA… dan Bertwassul kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wassallam adalah MENDATANGI ketika Beliau MASIH HIDUP… HUJJAH yang ANE PAPARKAN SEMUA SHAHIH… yang GAK NYAMBUNGnya dimana? yang ane rasa JARINGAN DIOTAK ENTE KAYAKnya lagi LEMOT… :D afwan…

2 April pukul 15:05 · Suka

Ömatz Van Dee Ivz

hujah mz abu hasan salah….

2 April pukul 15:11 · Suka

Ömatz Van Dee Ivz

fathir 22 itu ttg apa mz?kok bisa diartikan leterleg gt?buka dunk tafsirnya

2 April pukul 15:11 · Suka

Nukasep Thea

Kang Ömatz Van Dee Ivz@ si Abu Hasan ini GAK PAKE tafsir,, tapi pake nafsu,, SAKING BERNAFSUNYA SAMPE NGARANG BAHWA AN-NISA:64 DI NASAKH SAMA YUNUS:106 hehehe,,, ngawur pisan,, :D

2 April pukul 15:55 · Suka

Abu Hasan

Nukasep Thea: :)

2 April pukul 15:57 · Suka

Ömatz Van Dee Ivz

lha klo fathir 22 gk pke tfsir trus diartikan seenake dewe scra leterleg trus te mau bilang rasul gk waras apa gara2 nyruhin salam ketika lewat kuburan?

kira2 neh mikir dikit mz….. nte salam lewat kuburan buat siapa?juru kunci? patokan kuburan? rumput atau siapa?

masih mau ngeyel mayit gk denger?

2 April pukul 15:59 · Suka

Nukasep Thea

hehehe,, ya itu satu2 nya hujjah wahabi kalo mentok ya NGEYEL,,, :D

2 April pukul 16:05 · Suka

Ömatz Van Dee Ivz klo masih egyel suruh buka ar-ruhnya ibn qoyyim aja kang

2 April pukul 16:06 · Suka

Abu HasanNukasep Thea:

yang ane INGKARI bukan TAWASSUL kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam pada MASA HIDUPnya… tp, MENGQIYASkan QS. An-NISA: 64 sebagai HUJJAH untuk TAWASSUL kepada Beliau setelah WAFAT, maka QIYAS MA’AL FARIQ… dan PENDAPAT Ibnu KATSIR rohimahullah ttg Shahihnya MIMIPI ROJUL … sudah DIBANTAH… dengan BANTAHAN YG JELAS… dan PERHATIKANLAH…. MIMPI dalam ISLAM TIDAK DAPAT DIJADIKAN HUJJAH…. selain itu, RIWAYAT tersebut SANGAT BERTENTANGAN DENGAN KISAH YANG LEBIH SHAHIH, yaitu Riwayat Umar Ibnu Khoththob rodiyallahu ‘anhu bertawassul kepada PAMAN Nabi shallallahu ‘alaihi wassallam, yaitu AL-ABBAS rodiyallahu ‘anhu… baca lagi komen-komen ane di atas…

2 April pukul 16:06 · Suka

Nukasep Thea

jangankan Ibnu Qoyyim kang,, lah IMAM nya para IMAM WAHABIYIN yakni Ibnu Taymiyah aja dibuang ketempat sampah fatwa nya,, apalagi Ibnu qoyyim muridnya,, :)

2 April pukul 16:08 · Suka

Ömatz Van Dee Ivz

‎@abu hasan : mz…. maaf dalil tawasul itu ratusan mz….kita bisa kasih

tpi saya penasaran ttg pendapat sampeyan msalah tawasul org buta diatas…. juga tawasul umar bin khoththob itu

yakin mz itu bukan tawasul kpda rasul ketika udah meninggal?

2 April pukul 16:08 · Suka

Ömatz Van Dee Ivz

kita bahas dulu msalah hadith org buta ya…gimana?

2 April pukul 16:09 · Suka

Abu HasanÖmatz Van Dee Ivz;

maaf ente jangan turut campur dulu… kami sedang TERIKAT JANJI… (ane dan Nukasep Thea)

2 April pukul 16:10 · Suka

Ömatz Van Dee Ivz

hahahahaa… waduh…..knpa lgsg ngeper bgni?

2 April pukul 16:11 · Suka

Ömatz Van Dee Ivz

saya gk pke yg aneh2 kok….cukup pke hadith2 yg nte nukil aja

2 April pukul 16:11 · Suka

Abu Hasan

Ömatz Van Dee Ivz; kalo ente mau gabung boleh… coba ente ikuti dulu semua secara runut dari awal… jangan main nimbrung aja… :)

2 April pukul 16:14 · Suka

Nukasep Thea

Abu Hasan HARUSNYA ENTE YANG MENEPATI JANJI,, btw ane GAK NUNTUT sih,,, soalnya udah bisa di tebak,, صم بكم عمي فهم لا يرجعون

2 April pukul 16:14 · Suka

Ömatz Van Dee Ivz

hahahaha udah baca nak…saya hanya mencoba meluruskan saja

nah saya mau tanya…apakah kang abu hasan masih berpendapat tdk ada dalil tawasul dgn mayat?

2 April pukul 16:15 · Suka

Abu Hasan

Nukasep Thea: hmm… masya Allah… siapa yang buta hatinya?

2 April pukul 16:16 · Suka

Ömatz Van Dee Ivz kok saya dicuekin?

2 April pukul 16:17 · Suka

Ömatz Van Dee Ivz

oh ya boleh tau gk klo perowinya ghorib itu derajatnya hadith apa ya

2 April pukul 16:19 · Suka

Nukasep Thea وما قيل: أن المجهول هو بلال بن الحارث الصحابي. فلا يصح لأنه من رواية سيف بن عمر ذكرها في الفتوح، وسيف بن عمر المتفرد بهذه الزيادة ضعيف باتفاق المحدثين(3) hehehe,, PEMBOHONGAN PUBLIK udah gak aneh dilakukan kaum wahabiyin,, SIAPA AJA EMANG MUHADITS YANG MENGANGGAP DO’IF HADITS INI,, LAGIAN MAJHUL NYA ROJUL TERSEBUT TIDAKLAH MEMPENGARUHI KESAHIHAN HADITS ITU,, KARENA ROWI-ROWI DALAM SANADNYA JELAS SAHIH,, DAN TERNYATA SAYYIDINA UMAR YANG TERKENAL TEGAS REHADAP NAHI MUNKAR APALAGI KESYIRIKAN SAMA SEKALI TIDAK MENGHARDIK SHOHABAT TERSEBUT ATAS KELAKUANNYA MENDATANGI KUBUR NABI UNTUK BERTAWASSUL

2 April pukul 16:43 · Suka

Nukasep Thea

تأليف
فيصل بن قزار الجاسم ==>>>> LAGI-LAGI KAPABILITAS DAN KREDIBILITAS IMAM ULAMA DIBENTURKAN DENGAN USTADZ KACANGAN,, IBARAT ANAK TK MENGCOUNTER PROFESOR,, ANAK KAMBING MAU NANDUK GUNUNG,, :D

2 April pukul 16:48 · Suka

Abu Hasan

Nukasep Thea; sungguh bagus omongan ente… ya… ente cuma bisa ngutif Qoul seorang imam, tp padahal ente NGGAK memahami maksudnya… dan yang SUNGGUH NAIF lagi ente HANYA MENGANDALKAN KEIMAMAN SESEORANG… seolah-olah kalau seorang itu sudah menjadi IMAM, lalu PASTI KEBENARAN SELALU BERSAMANYA… sekali ane ingatkan… KEBENARAN itu BUKAN MENGIKUTI FULAN, tetapi KEBANARAN tu adalah APA-APA YANG MENCOCOKI AL-QUR’AN dan A-SUNNAH…

2 April pukul 16:56 · Suka

Nukasep Thea

hehehe,, om,, kalo para Imam ulama itu BERTENTANGAN DENGAN QUR’AN dan SUNNAH apalagi dalam PERKARA BESAR seperti Syirik,, maka jelas mereka sudah tersesat sejauh-jauhnya,,, BUANG AJA TAFSIR IBNU KATSIR, RIYADUSH SHOLIHIN, atau FATHUL BARI yang MUNGKIN biasa ente kaji,,, ente kok mau-maunya ngambil ilmu dari penyesat umat,,, :)

2 April pukul 17:01 · Suka

Abu HasanNukasep Thea:

apa ente MENYAKINI MEREKA MAKSUM?

2 April pukul 17:08 · Suka

Nukasep Thea

bukan masalah maksum,,, KALO ENTE PUNYA ANAK ATAU PONAKAN YANG MASIH TK, COBA ENTE BAWA KE UNIVERSITAS SURUH BEDAH BUKU DAN MEMBANTAH APA YANG DITULIS OLEH PROFESOR,, APA GAK JADI BAHAN TERTAWAAN,,, APALAGI,,, APALAGI,,, ARGUMENTNYA NGAWUR,,, :D

2 April pukul 17:12 · Suka

Abu HasanNukasep Thea:

ngawur???dari mana segi ngawurnya??? coba ente baca deh pendapat penulisnya =============== ===================
والرد عليها من وجوه:

… (أولها) أن القصة لا تثبت لجهالة حال مالك الدار خازن عمر، فإنه لا يعرف بالضبط في رواية الحديث ، أورده ابن أبي حاتم في الجرح والتعديل ولم يذكر فيه جرحاً ولا تعديلاً، وقال المنذري: (لا أعرفه )(2).
==============
… (الثاني) أن الرجل الذي أتى القبر مجهول لا يعرف، فكيف يُعوّل في هذه القصة على روايته وقد خالفها الاجماع المنعقد على مقتضى النصوص الواردة فيما يشرع عند وجود القحط من استغفار الله والتوبة.
وما قيل: أن المجهول هو بلال بن الحارث الصحابي. فلا يصح لأنه من رواية سيف بن عمر ذكرها في الفتوح، وسيف بن عمر المتفرد بهذه الزيادة ضعيف باتفاق المحدثين(3) ، بل قيل إنه كان يضع الحديث وقد اتهم بالزندقة ، قال ابن حبان (يروي الموضوعات عن الأثبات، وكان يضع الحديث).(4)
=================
… (الثالث) أنه لو صح لم يكن دليلا على ما ذكروا، إذ ليس في الحديث أنه أخبر عمر – صلى الله عليه وسلم – بالاستسقاء من النبي – صلى الله عليه وسلم -.
__________
=======================
. (الرابع) أن هذه القصة حجة على المنازع لأن الرجل لما طلب الدعاء من النبي – صلى الله عليه وسلم – لأمته لم يقل له: أنا أدعو لكم، بل أمره بما شرعه وسنه لهم وهو أن يدعون الله ويستسقون.
================
… (الخامس) أن القصة مخالفة لفعل الصحابة فقد ثبت عن عمر – رضي الله عنه – أنه كان يستسقى بدعاء العباس كما مر سابقا مما يدل على نكارتها.
=====================
… (السادس) أن القصة منكرة المتن لمخالفتها ما ثبت في الشرع من استحباب إقامة صلاة الاستسقاء في مثل هذه الحالات.
=====================
(1) ابن أبي شيبة (6/356) ودلائل النبوة للبيهقي /باب ما جاء في رؤية النبي صلى الله عليه وسلم في المنام
(2) الترغيب والترهيب (باب الترغيب في الإنفاق في وجوه الخير كرما والترهيب من الإمساك والادخار شحا )
(3) ميزان الاعتدال (2/255)

2 April pukul 17:14 · Suka

Abu Hasan

Nukasep Thea: apakah mualifnya berkata ‘KOSONG’ ataukah perkataannya JUGA BERDASARKAN dari PERKATAAN PARA IMAM? hmm… ternyata, logika ente LUCU… :D afwan…

2 April pukul 17:21 · Suka

Nukasep Thea

Untuk MEBUKTIKAN OMONG KOSONG nya dial bilang ضعيف باتفاق المحدثين(3) SIAPA AJA MUHADITSIN YANG SEPAKAT DENGAN DO’IFNYA HADITS TSB,,??? SILAHKAN,,!!! :D

2 April pukul 17:26 · Suka

Abu Hasan

Nukasep Thea: perkataan tersebut di SANDARKAN pada KITAB MIZANUL I’TIDAL… silahkan cek langsung perkataan tersebut… :)

2 April pukul 17:40 · Suka

Ömatz Van Dee Ivz nah itu tdi yg saya bilang…jika perowinya gelap tuh hadith derajatnya apa?

jika dianggap dhoif siapa saja yg bilang dhoif?

2 April pukul 18:27 · Suka

Nukasep TheaAbu Hasan

say: Nukasep Thea: perkataan tersebut di SANDARKAN pada KITAB MIZANUL I’TIDAL… silahkan cek langsung perkataan tersebut… :)
about an hour ago · Like yang dianggap dho’if adalah TAMBAHAN ATAS KETERANGAN NAMA BILAL BIN HARITS, BUKAN HADITSNYA,, HADITSNYA SECARA SANAD MAUPUN MATAN ADALAH SAHIH,, TIDAK SATUPUN ULAMA HADITS YANG MENDHO’IFKAN HADITS INI,,!! ANE SUDAH BUKTIKAN PENSAHIHAN PARA ULAMA TRHDP HADITS TSB,, SILAHKAN YANG MENURUT ENTE SEPAKAT MUHADITSIN MENDHO’IFKAN HADITS INI SEBUTKAN SIAPA SAJA,,!!, :)

2 April pukul 19:30 · Suka

Nukasep Thea

tolong kalau dibilang MUHADITS,, ya BENAR2 MUHADITS,, bukan USTADZ DADAKAN,, :)

2 April pukul 19:31 · Suka

Nukasep Thea

Abu Hasan say : الرابع) أن هذه القصة حجة على المنازع لأن الرجل لما طلب الدعاء من النبي – صلى الله عليه وسلم – لأمته لم يقل له: أنا أدعو لكم، بل أمره بما شرعه وسنه لهم وهو أن يدعون الله ويستسقون ,,,,,,,,,,,,
v
v
ini SATU KENGAWURAN LAGI ente gak baca INI JAWABAN NABI kepada Rojul tsb وأخبره أنكم مسقون (beritahukan pada Umar BAHWA HUJAN AKAN TURUN UNTUK KALIAN) DARIMANA RASUL TAHU HUJAN AKAN TURUN UNTUK MEREKA KALAU BELIAU TIDAK BERDO’A KEPADA ALLOH,,??

2 April pukul 19:43 · Suka

Nukasep Thea

ini jawaban orang PANIK
الخامس) أن القصة مخالفة لفعل الصحابة فقد ثبت عن عمر – رضي الله عنه – أنه كان يستسقى بدعاء العباس كما مر سابقا مما يدل على نكارتها
v
v
kalau memang itu BERTENTANGAN dengan apa yang dipahami oleh para sahabat APALAGI ITU PERBUATAN MUNKAR BAHKAN SYIRIK,, apa ente mau nuduh sayyidina Umar MEMBIARKAN KESYIRIKAN TERJADI DIDEPANNYA, SEDIKITPUN TIDAK BERKOMENTAR ATAU PALING TIDAK MEMBERI NASIHAT,, PUN JUGA PARA MUHADITSIN YANG MERIWAYATKAN HADITS TSB,, TIDAK SATUPUN YANG MENGINGKARI KEJADIAN ITU,, APA ENTE MAU NUDUH DARI SAHABAT HINGGA ULAMA SEPAKAT MEMBIARKAN KESYIRIKAN BAHKAN MENYEBARKANNYA??

2 April pukul 19:55 · Suka · 1

Ahmad Prihatin Daey Dae

Nukasep : penjelasan yang sangat Ilmiah ..
Ajiib :-)

2 April pukul 21:06 melalui seluler · Suka

Trustmaju Antique Furniture

WAT ABU YAN G TERHORMAT.. NT MENGUTIB HADITS TENTANG SAYIDINA UMAR RA YANG BERTAWASUL PADA SAYIDINA ABBAS RA….SEKARANG ANE MINTA DOA YANG DI UCAPKAN SAYIDINA ABBAS KETIKA DIMINTAI TAWASUL GIMANA??????? KNAPA DALAM HADIS TERSEBUT TIDAK DI CANTUMKAN… DAN KENAPA YANG DICANTUMKAN HANYA CERITA ANNAS RA SAJA YANG KURANG LENGKAP.

2 April pukul 21:45 · Suka

Abu Hasan

Nukasep Thea: >>>>SIAPA AJA EMANG MUHADITS YANG MENGANGGAP DO’IF HADITS INI,, LAGIAN MAJHUL NYA ROJUL TERSEBUT TIDAKLAH MEMPENGARUHI KESAHIHAN HADITS ITU,, KARENA ROWI-ROWI DALAM SANADNYA JELAS SAHIH<<<< apakah perkataan ini berdasarkan ILMU?

3 April pukul 21:10 · Suka

Abu Hasan

Nukasep Thea: SIAPA SAJA IMAM HADITS YANG MENDHOIFKAN HADITS MIMPI itu?? afwan apa ente baca gak bantahan tersebut? APA GAK NGERTI YA?… YANG PERTAMA di situ dah jelas disebutkan yg mendhaifkan rowi-rowinya adalahIMAM ABI HATIM (beliau mendiamkannya) dan IMAM AL-MUNDZIRI… beliau berkata tentang MALIK AD-DAARI >>>>>>> أن القصة لا تثبت لجهالة حال مالك الدار خازن عمر، فإنه لا يعرف بالضبط في رواية الحديث ، أورده ابن أبي حاتم في الجرح والتعديل ولم يذكر فيه جرحاً ولا تعديلاً، وقال المنذري: (لا أعرفه )<<<<<

3 April pukul 21:16 · Suka

Abu Hasan

Nukasep Thea: Yang KEDUA adalah IMAM ADZ-DZAHABI dalam MIZAN I’TIDAL mengatakan bahwa ROJUL yang MENDATANGI KUBUR NABI shallallahu ‘alaihi wassallam…. adalah ROJUL MAJHUL…. nah, ente ANGGAP … mereka itu MUHADITS apa bukan?

3 April pukul 21:22 · Suka

Abu Hasan

Nukasep Thea: JIKA SUDAH JELAS PERAWINYA ADALAH PERAWI DHAIF… APA BISA DIJADIKAN SEBAGAI HUJJAH…?? Andainya SHAHIH SANADNYA INI HANYALAH ATSAR MAUQUF… hanya SAMPAI SHAHABAT SAJA. Selain itu, RIWAYAT ini HANYA MENCERITAKAN MIMPI seseorang SAJA… maka, KETAHUILAH mimpi DALAM Islam BUKANLAH HUJJAH… fahimta? nah, siapakah sebenarnya yang MENGIKUTI DZHON?

3 April pukul 21:27 · Suka

Nukasep Thea

Abu Hasan@ PERKATAAN ALMUNDZIRI ITU TIDAK BISA DIJADIKAN HUJJAH,, KARENA JELAS BANYAK MUHADITISIN YANG TAHU AKAN MALIK AD-DAR,, SEPERTI IMAM IBNU HAJAR DLM FATHUL BARI NYA ==>> وروى بن أبي شيبة بإسناد صحيح من رواية أبي صالح السمان عن مالك الداري وكان خازن عمر

3 April pukul 21:36 · Suka

Nukasep Thea

IBNU SA’AD DLM THOBAQOT ALKUBRO ==>>
وروى مالك الدار عن أبي بكر الصديق وعمر رحمهما الله روى عنه أبو صالح السمان وكان معروفا

3 April pukul 21:37 · Suka

Nukasep Thea ORANG YANG TAHU DIDAHULUKAN DARIPADA ORANG YANG TIDAK TAHU,,, :)

3 April pukul 21:37 · Suka

Nukasep Thea

Abu Hasan say: JIKA SUDAH JELAS PERAWINYA ADALAH PERAWI DHAIF.. SIAPA PERAWI DALM HADITS ITU YANG DIHO’IFKAN,,???

3 April pukul 21:39 · Suka

Nukasep Thea

ROJUL YANG DATANG KEKUBUR NABI ITU TETAP ADANYA DIKENAL ATAU PUN TIDAK DIKENAL,,, JADI TIDAK MEMPENGARUHI SAHIHNYA HADITS TSB,, SEBAGAIMANA DIKETAHUI BAHWA MALIK AD-DAR ADALAH SEORANG TABI’IN BAHKAN TERMASUK SAHABAT MENURUT ADZ-DZAHABI, DAN DIAPUN ADALAH MAULA DIMASA KHOLIFAH UMAR, YANG JELAS BISA MENYAKSIKAN KEJADIAN YANG TERJADI DIMASA UMAR TSB,,, :)

3 April pukul 21:45 · Suka

Nukasep Thea

JADI TIDAK ADA ALASAN UNTUK MENOLAK RIWAYAT DARI MALIK AD-DAR INI,, KECUALI ALASAN YANG DIBUAT-BUAT BERDASARKAN HAWA NAFSU,, :)

3 April pukul 21:46 · Suka

Nukasep Thea

TERLEBIH LAGI DIKUATKAN PERKATAAN PARA MUHADITS TENTANG DIKETAHUINYA ROJUL TSB SEBAGAI BILAL BIN HARITS AL-MUZANI,, TAMBAH MUSTAHIL LAGI UNTUK MENOLAK KESAHIHAN RIWAYAT TSB,, :)

3 April pukul 21:49 · Suka

Nukasep Thea

TAMBAHAN TENTANG MA’RUF NYA MALIK AD-DAR, IBNU HIBBAN BAHKAN MEMASUKANNYA DLM KITAB ATSIQOOT DAN MENGGOLONGKAN DIA SEBAGAI ORANG YANG MERIWAYATKAN DARI SAHABAT NABI ===>>
مالك بن عياض مولى عمر هو الذي يقال له مالك الدار له إدراك وسمع من أبي بكر الصديق وروى عن الشيخين ومعاذ وأبي عبيدة روى عنه أبو صالح السمان

3 April pukul 21:52 · Suka

Nukasep Thea

jadi ane tegaskan Abu Hasan@ TIDAK SATUPUN MUHADITSIN MUKTABAR YANG MENDO’IFKAN HADITS INI HATTA IBNU ABI HATIM YANG ENTE KUTIP TIDAK MENYEBUTKAN TENTANG DO’IFNYA HADITS INI,, KECUALI ALBANI,,, hehehe,, sorry ya kalo albani TASHIH DAN TADH’IFNYA MARDUUUD,,, :)

3 April pukul 22:14 · Suka

Nukasep Thea

Abu Hasan say : Selain itu, RIWAYAT ini HANYA MENCERITAKAN MIMPI seseorang SAJA… maka, KETAHUILAH mimpi DALAM Islam BUKANLAH HUJJAH… ,,, DISINI BUKAN HANYA MASALAH MIMPINYA TAPI YANG JELAS SIKAP SAYYIDINA UMAR TERHADAP DATANGNYA ROJUL TSB KEKUBUR NABI SBG MANA DICERITAKAN,, SEDIKITPUN TIDAK ADA PENENTANGAN DARI BELIAU DAN PERLU DIKETAHUI JUGA MIMPI BERTEMU NABI ADALAH HAQ,, HANYA ORANG2 FASIQ YANG MENDUSTAKANNYA,,, :)

3 April pukul 22:18 · Suka

Nukasep Thea BUKTI BENARNYA MIMPI TERSEBUT,, TERNYATA SAYYIDINA UMAR MENANGIS DAN BERKATA يا رب ما آلو إلا ما عجزت عنه INI ADALAH BENTUK PEMBENARAN SAYYIDINA UMAR TERHADAP MIMPI ROJUL TERSEBUT,,, :)

3 April pukul 22:21 · Suka

Abu Hasan

Nukasep Thea: ‎ ok lah kl ente berkeras MENOLAK dg MAJHULnya Rojul yg datang Ke KUBUR dan Malik Ad-Daari … maka dhoifnya RIWAYAT ini TIDAK HANYA BERASAL dari MEREKA… tp, JUGA DARI Al-A’MASY …. perhatikan >>>>>>>>> عدم تصريح الأعمش بالسماع من أبي صالح ، وهو مدلس ، وعليه يحكم على الإسناد بالانقطاع ، كما هو مقرر في علم مصطلح الحديث
============
ثبت تدليس الأعمش عن أكثر من عشرين شيخاً ، وعن أحدهم أكثر من مائة حديث. كما في “تهذيب الكمال” و “تحفة التحصيل” (1ـ134).
وقال ابن المبارك رحمه الله عن تدليس الأعمش: «إنما أفسد حديث أهل الكوفة أبو إسحاق والأعمش لكم».
وقال المغيرة: «أهلك أهل الكوفة أبو إسحاق وأعيمشكم هذا».
وقال سليمان الشاذكوني: «من أراد التديّن بالحديث، فلا يأخذ عن الأعمش ولا عن قتادة، إلا ما قالا: سمعناه».
كما في “معرفة علوم الحديث <<<<<<<<<<<<<<<<<

3 April pukul 23:46 · Suka

Abu Hasan

Nukasep Thea; maka ane KUTIF perkataan ente >>>>>> Nukasep Thea ORANG YANG TAHU DIDAHULUKAN DARIPADA ORANG YANG TIDAK TAHU,,, :)<<<<<<<<<

3 April pukul 23:48 · Suka

Nukasep Thea

Abu Hasan@ PERHATIKAN ROWI DALAM HADITS BERIKUT,,, INI ADALAH HADITS DALAM SAHIH BUKHORI YANG ANE KUTIP,,, SEKALI LAGI DALAM SAHIH BUKHORI YANG MERUPAKAN KITAB HADITS PALING SAHIH YANG DIAKUI OLEH IJMA ULAMA DAN UMAT ISLAM,,, ==>>> حدثنا عبدان ، عن أبي حمْزة ، عن الأعمش ، عن أبي صالح ، عن أبي هريرة ، قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ” ثلاثة لا يكلمهم الله يوم القيامة ولا يزكيهم ولهم عذاب أليم : رجل على فضل ماء بالطريق يمنع منه ابن السبيل

4 April pukul 0:03 · Suka

Nukasep Thea

Abu Hasan

@ APA MENURUT ENTE IMAM BUKHORI TELAH SALAH DALAM MENSAHIHKAN HADITS TERSEBUT YANG MANA DISITU SALAH SATU PEROWINYA ADALAH AL-’AMASY YANG JUGA MERIWAYATKAN DARI ABU SHOLIH,,, :)

4 April pukul 0:05 · Suka

Nukasep Thea

SEKALI LAGI TIDAK ADA SEDIKITPUN CACAT DARI HADITS TAWASSUL MALIK AD-DAR INI KECUALI ALASAN YANG DIBUAT-BUAT BERDASARKAN HAWA NAFSU,,, :)

4 April pukul 0:07 · Suka · 1

Nukasep TheaAbu Hasan

silahkan BANDINGKAN ROWI Hadits Tawassul ini dengan HADITS DALAM SAHIH BUKHORI tsb,, حدثنا أبو معاوية ، عن الأعمش ، عن أبي صالح ، عن مالك ==>>>> حدثنا عبدان ، عن أبي حمْزة ، عن الأعمش ، عن أبي صالح ، عن أبي هريرة ، قال :

4 April pukul 0:18 · Suka

Nukasep TheaAbu Hasan

@ BIAR KUMPLIT,, ANE KUTIP JUGA DARI SAHIH MUSLIM YANG MERIWAYATKAN DARI AL-A’MASY,,, ===>>> حدثنا عثمان بن أبي شيبة حدثنا جرير عن الأعمش عن إبراهيم عن علقمة قال إني لأمشي مع عبد الله بن مسعود بمنى إذ لقيه عثمان بن عفان، فقال هلم يا أبا عبد الرحمن قال: فاستخلاه فلما رأى عبد الله أن ليست له حاجة.

4 April pukul 0:34 · Suka

Nukasep Thea

DUA IMAM BESAR MUAHDITSIN,, PEMIMPINNYA PARA AHLI HADITS,, SUDAH MENSAHIHKAN HADITS-HADITS YANG DIRIWAYATKAN DARI JALUR AL-A’MASY,,, KALO MASIH NGOTOT JUGA BILANG DHO’IF,,, ANE GAK TAHU HARUS BILANG APA LAGI,,, hehehe,, :)

4 April pukul 0:36 · Suka

Nukasep TheaAbu Hasan

@ KALAU MAU CROSSCHECK 2 HADITS TSB,, SILAHKAN LIHAT DALAM SAHIH BUKHORI KITABUL HAJJI DAN SAHIH MUSLIM KITABUN NIKAH,,, :)

4 April pukul 0:43 · Suka

Andie Ardiyan Hartop

Pak Abu Hasan, apa masih mau bantah??? Ckckck.. Allahu yahdik..

4 April pukul 5:16 melalui seluler · Suka

Abu Hasan

Nukasep Thea: semangat banget MEMBELA atsar dhaif… :) KETAHUILAH… andainya atsar ini shahih… dia tetap dhaif…. karena SYADZ… menyelisihi Riwayat Umar Ibnu Khoththob yang LEBIH SHAHIH yang diriwayatkan Imam BUKHARI… dan andainya pun shahih, maka ATSAR ini TIDAK DAPAT DIJADIKAN HUJJAH bagi TAWASSUL kepada SEMATA-MATA JAH NABI shallallahu ‘alaihi wassallam… dan SEKALI LAGI MIMPI seorang (apalagi orang ini MAJHUL) TIDAK DAPAT DIJADIKAN SANDARAN BAGI SUATU IBADAH… dan satu kelemahan lagi yang NAMPAK dalam riwayat ini YANG MENJADI MUSYKIL… bagaimana ORANG MAJHUL ini MENDATANGI kubur NAbi shallallahu ‘alaihi wassallam? bukankah KUBUR Nabi shallallahu ‘alaihi wassallam BERADA DI DALAM RUMAH A’ISYAH rodiyallahu anha? mengapa TIDAK ADA SATUPUN RIWAYAT dari AI’SYAH rodiyallahu ‘anha mengenai SI MAJHUL yang DATANG KE KUBUR NABI shallallahu ‘alaihi wassallam?

4 April pukul 15:20 · Suka

Nukasep Thea

Hehehe,,,
Abu Hasan,, jawaban ente SAMA SEKALI TIDAK BERLANDASKAN ILMU, SANGAT JELAS HANYA SEBATAS DZON JUGA NGAWUR,, SEMUA ALASAN PENDO’IFAN ENTE SUDAH TERBANTAH,, :D
1. BERDASARKAN ILMU,, FAKTA MENYEBUTKAN BAHWA MALIK AD-DAR ITU MA’RUF,, SEKIAN BANYAK MUHADITSIN MENETAPKAN KEADAANNYA. BAHKAN MENETAPKAN KETSIQOHANNYA.
2. BERDASARKAN ILMU,, ROWI DARI HADITS INI SEMUANYA TSIQOT DAN SAHIH, SEBAGAIMANA PEROWINYA JUGA DIPAKAI OLEH IMAM BUKHORI DAN IMAM MUSLIM DALAM SAHIHNYA,, KALAU ENTE MENOLAK ROWI SEPERTI AL-A’MASY,, KONSEKWENSINYA ENTE HARUS MENOLAK BUAAAANYAK HADITS DALAM SAHIH BUKHORI DAN SAHIH MUSLIM.
3. BERDASARKAN ILMU, KEJADIAN ITU DIKETAHUI OLEH MALIK AD-DAR,, SEBAGAIMANA PARA AHLI SEJARAH DAN MUHADITS MENYATAKAN BAHWA MALIK AD-DAR ITU HIDUP DIMASA UMAR BAHKAN DIA ADALAH PEMBANTU UMAR.
4. BERDASARKAN ILMU DAN DALIL SAHIH BAHWA MIMPI BERTEMU RASUL ADALAH HAQ ADANYA.
5.BERDASARKAN ILMU, ENTE ITU GAK MAMPU MEMBUKTIKAN APA APA KECUALI NGEYEL.
maka ane kutip ayat ini aja

صم بكم عمي فهم لا يرجعونز

ALLOHU YAHDIK,,, :)

4 April pukul 15:40 · Suka

Debu Berserakan

diriwayatkan Dari Sahabat Anas Bin Malik beliau berkata” apabila terjadi kemarau panjang sahabat Umar Bertawasul ke3pada Abbas bin Abdul muthollib ” kemudian berdo’a ” ya Allah kami pernah berdoa dan bertawassul kepadaMu dengan Nabi SAW, maka Engkau turunkan hujan. dan sekarang kami bertawassul dengan paman Nabi kami, maka turunkanlah hujan. Anas Berkata ” maka turunlah hujan kepada kami ” ( HR. SHOHIH BUKHORI 954)

4 April pukul 15:46 · Suka

Nukasep Thea

Abu HasanAbu Hasan@ SATU LAGI BERDASARKAN ILMU SEMUA IMAM ULAMA MUHADITSIN MENSAHIHKAN HADITS INI,, MAKA ANE SAMPAIKAN NASIHAT DARI IMAM PUJAAN WAHABI UNTUK ENTE,, Berkata IMAM ASY-SYATIBI dalam Al Muwafaqaat :
أن ما كان معدودًا في الأقوال غلطًا وزللًا قليل جدًّا في الشريعة، وغالب الأمر أن أصحابها منفردون بها، قلما يساعدهم عليها مجتهد آخر، فإذا انفرد صاحب قول عن عامة الأمة، فليكن اعتقادك أن الحق –في المسألة– مع السواد الأعظم من المجتهدين، لا من المقلدين.

“Adapun pendapat jumhur ulama yang salah atau menyimpang dari Asy Syari’ah itu SANGAT SEDIKIT SEKALI. Justru kebanyakannya hal itu terdapat pada pendapat pribadi dan jarang ada mujtahid lain yang mendukungnyanya. Maka jika kamu menjumpai seseorang berbeda pendapat dengan MAYORITAS ULAMA lainnya maka hendaklah kamu bangun keyakinanmu dalam masalah itu bersama As Sawadul A’dzhom/ mayoritas ulama’ mujtahidin dan janganlah bersama mereka para muqollidin.” (INTAHA) AW KAMA QOLA ROSUL SHOLLALLOHU ‘ALAYHI WASALLAM MAN SYADDA SYADDA FIN-NAAR (SIAPA YANG MENYENDIRI/MENYEMPAL, MAKA AKAN MENYENDIRI DI NERAKA) ^__^

4 April pukul 15:52 · Suka · 3

Nukasep Thea

Abu Hasan BTW ngomong2 Sayyidatuna ‘Aisyah menurut ente TIDAK MERIWAYATKAN Tawassul,,? JUSTRU BELIAU BAHKAN MENGANJURKAN KEPADA PARA SAHABAT AGAR MENZIARAHI KUBUR NABI UNTUK TAWASSUL DIKALA TERTIMPA KEMARAU. IMAM AD-DARIMI DALAM SUNAN NYA MERIWAYATKAN ==>> حدثنا ابو النعمان ثنا سعيد بن زيد ثنا عمرو بن مالك النكري حدثنا ابو الجوزاء اوس بن عبد اللة قال :
قحط اهل المدينة قحطا شديدا ، فشكوا إلى عائشة ، فقالت انظروا قبر النبي صلى الله عليه وسلم فافتحوا منه كوى إلى السماء حتى لا يكون بينه وبين السماء سقف ففعلوا . فمطرنا مطرا حتى نبت العشب وسمنت الابل حتى تفتقت من الشحم فسمى عام الفتق .

4 April pukul 16:06 · Suka

Nukasep Thea

Abu Hasan

@ SEKARANG APA LAGI ALASAN ENTE,,, hehehehe,, :D

4 April pukul 16:07 · Suka

Abu Hasan

Nukasep Thea: SIAPA yang MENYATAKAN bahwa Al-A’MASY adalah MUDALIS? coba ente baca ini… DIA adalah ADZHABI ==================== وقد أعل الحديث بعلل منها: تدليس الأعمش.
وهذه العلة عليلة وذلك؛ لأن الأعمش وإن كان مدلسا فإن شيخه في هذا السند أبو صالح ذكوان بن عبد الله وقد قال الإمام الذهبي رحمه الله في الميزان في ترجمة الأعمش: “قلت: وهو يدلس، وربما دلس عن ضعيف، ولا يدري به، فمتى قال: حدثنا، فلا كلام، ومتى قال: عن، تطرق إليه احتمال التدليس، إلا في شيوخ له أكثر عنهم: كإبراهيم، وأبي وائل، وأبي صالح السمان، فإن روايته عن هذا الصنف محمولة على الاتصال” اهـ، وقد ذكره الحافظ ابن حجر في الطبقة الثانية من طبقات المدلسين، وهم الذين احتمل الأئمة تدليسهم، إلا أننا لا نسلم بهذا في الأعمش مطلقا، بل إن كلام الذهبي فيه أعدل.
========== عبد السلام بن برجس بن ناصر آل عبد الكريم

4 April pukul 17:06 · Suka

Abu Hasan

‎@Nukasep Thea: Ahlul Bid’ah itu MEMANG SANGAT GEMAR MENGAMBIL RIWAYAT-RIWAYAT DHAIF…. kisah tersebut DHAIF… ==================== Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata (Lihat Ar Radd alal Bakri hal 68-74), “Dan riwayat dari Aisyah radhiallahu anha tentang membuka lubang kuburan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ke arah langit agar hujan turun tidak shahih dan tidak sah sanadnya. Di antara yang menjelaskan kedustaan atsar ini adalah bahwa selama Aisyah hidup rumah tersebut tidak memiliki lubang, bahkan keadaannya tetap seperti pada masa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, yakni sebagiannya diberi atap dan sebagian yang lain terbuka, sehingga sinar matahari masuk ke dalam rumah, sebagaimana riwayat yang ada dalam Shahihain dari Aisyah bahwasanya Nabi shallallahu alaihi wa sallam sedang melakukan shalat Ashar dan sinar matahari masuk ke kamar beliau, sehingga tidak nampak bayangan (Dikeluarkan oleh Bukhari nomor 521 dan Muslim nomor 611). Kamar tersebut tidak berubah hingga Walid bin Abdil Malik menambahkan kamar-kamar itu di masjid Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sejak saat itu kamar Nabi masuk ke dalam masjid. Kemudian di sekitar kamar Aisyah -yang di dalamnya terletak kuburan Nabi shallallahu alaihi wa sallam- dibangun tembok yang tinggi, dan sesudah itu dibuatlah lubang sebagai jalan bagi orang yang turun apabila ingin membersihkan.”

Adapun adanya lubang saat Aisyah hidup, maka itu adalah kedustaan yang nyata. Seandainya benar, maka hal itu akan menjadi hujjah dan dalil bahwa orang-orang tersebut tidaklah berdoa kepada Allah dengan perantaraan makhluk, tidak bertawassul dengan mayat di dalam doa mereka, serta mereka tidak pula memohon kepada Allah dengan (perantaraan) orang yang sudah mati. Mereka hanyalah membukanya agar rahmat diturunkan kepadanya, dan di sana tidak terdapat doa memohon kepada Allah dengan perantaraannya (kubur atau mayat yang ada di kubur tersebut, yakni Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam -pent).

Bandingkan betapa beda 2 hal tersebut? Sesungguhnya makhluk hanya bisa memberikan manfaat kepada orang lain melalui doa dan amal shalihnya, oleh karenanya Allah senang jika seseorang bertawasul kepada-Nya dengan iman, amal shalih, shalawat dan salam kepada Nabi-Nya shallallahu alaihi wa sallam, serta mencintai, menaati dan setia kepada beliau. Maka inilah perkara-perkara yang dicintai Allah agar kita bertawasul kepada-Nya dengan perkara-perkara tersebut. 4 April pukul 17:28 · Suka

Abu Hasan sumber: (MUSLIM.OR.ID)

4 April pukul 17:35 · Suka

Nukasep Thea

Abu Hasan@ ane sebenernya pengen KETAWA NGAKAK membaca 2 bantahan ente yang terakhir ini,, terbukti ente itu CUMA NGEYEL TANPA ILMU,,, mending ente BELAJAR MUSTHOLAHAL HADITS dulu deh,, PAHAMI APA ITU TADLIS, APAKAH SETIAP MUDALIS ITU DO’IF,,?? APA AJA KLASIFIKASI MUDALLIS HINGGA HADITSNYA BISA DITERIMA ATAU DHO’IF,??, JUGA HADITS ‘AISYAH R.A SILAHKAN ENTE DATANGKAN TAKHRIJ RIJALUL HADITSNYA,, JANGAN CUMA DUNGAF DONGIF DOANG,, :) 5 April pukul 1:14 · Suka · 1

Faizal Faiz

MENGKRITISI MATAN KISAH :

1. Kisah yang dijadikan hujah diatas adalah kisah yang munkar dan bathil karena menyelisihi Al-Qur’an dan as-Sunnah. Oleh karena itu para ahli bid’ah sering menukilnya sebagai dasar atas kebolehan dalam istighasah dan meminta syafa’at dimakam Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam yang akhirnya kuburan bukan siapa siapa pun dijadikan tabaruk oleh orang orang awam! Na’udzubillahi mindzalik.

2. Mimpi tidak bisa dijadikan sebagai landasan syari’at. Sungguh sangat mengherankan. Para ahli bid’ah berpegang kepada kisah seorang badui Arab dan meninggalkan para ulama’ Salaf. Apakah mereka mengiran orang badui Arab itu lebih berilmu dari pada Abu Bakar, Umar, dan seluruh sahabat ridwanallohu ‘alaihim ajma’in. Kalau demikian kenapa orang yang berdalil dengan kisah ini tidak kencing saja di Masjid Nabawi, karena dalam Sahih Bukhari-Muslim disebutkan bahwa ada riwayat tentang arab badui yang kencing di masjid.

TAWASSUL YANG DISYARIATKAN :
1. Tawassul dengan Nama Allah dan Sifat-Nya,
2. Bertawassul dengan amal shaleh
3. Bertawassul dengan orang yang dianggap lebih ta’at kepada Allah
3. Serta ta’at dalam mengikuti ajaran Nabi sholallohu’alaihi wasallam.

TAWASSUL YANG TIDAK DISYARI’ATKAN (diantaranya):
1. Berdo’a dan meminta tolong kepada orang yang telah mati
2. Bertawassul dengan tuah Nabi

TIDAK ADA SEORANG SAHABATPUN YANG MEMINTA-MINTA
KEPADA NABI SHOLALLOHU’ALAIHI WASALLAM SETELAH BELIAU MENINGGAL DUNIA.
BAHKAN TATKALA KEMARAU PANJANG PADA ZAMAN UMAR RODHIALLAHU’ANHU (RASULULLAH TELAH WAFAT), MEREKA TIDAK MEMINTA KEPADA NABI UNTUK ISTISQA’ (MEMINTA HUJAN)
TETAPI MEREKA MEMINTA KEPADA ABBAS BIN ABDUL MUTHALIB DENGAN DO’ANYA
—————————-

Jadi, berhati-hatilah wahai saudaraku dalam beragama….

Wallahu’alam bisshowab..

http://khairan-jazaa.blogspot.com/——->>>>&gt;

Tempatnya Ilmu Sunnah
khairan-jazaa.blogspot.com
DESCRIPTION HERE..

Tempatnya Ilmu Sunnah

khairan-jazaa.blogspot.com

Tempatnya mencari ilmu agama yang haq berdasarkan pemahaman salaful ummah

5 April pukul 14:16 · Suka

Faizal Faiz

silahkan Nukasep Thea klw mau ketawa membaca ini ->http://ikhwanmuslim.com/akidah/mengkritisi-kisah-kedatangan-badui-ke-kubur-nabi-1

http://ikhwanmuslim.com/akidah/mengkritisi-kisah-kedatangan-badui-ke-kubur-nabi-2

jangan nangis klw ndak bisa mbantah ya? ^__^

Kritik Kisah Badui (1) : Ikhwan Muslim

silahkan Nukasep Thea klw mau ketawa membaca ini ->http://ikhwanmuslim.com/akidah/mengkritisi-kisah-kedatangan-badui-ke-kubur-nabi-1

http://ikhwanmuslim.com/akidah/mengkritisi-kisah-kedatangan-badui-ke-kubur-nabi-2

jangan nangis klw ndak bisa mbantah ya? ^__

5 April pukul 14:20 · Suka

Nukasep Thea

Faizal Faiz@ hehehe,, tambah ngakak nak ane baca rujukan ente,,, :D.. BETAPAPUN BENAR riwayat itu dho’if TAPI TIDAK MENGHAPUS PEMAHAMAN ULAMA TENTANG BOLEHNYA TAWASSUL KEPADA NABI SETELAH WAFATNYA,, ANE GAK PERLU NGULANG2 LAGI BUKTI2NYA, YANG TIDAK MUNGKIN LAGI WAHABIYIN MAMPU MEMBANTAHNYA KECUALI NGEYEL KARENA BUTA MATA DAN BUTA HATI,, :D

5 April pukul 16:05 · Suka · 1

Faizal Faiz

ya emang aslinya tukang ngakak kalee.. wong msh seneng guyonan ko ngomongin syariat, akal guyonan ko bicara dalil yo slencooo,, nga sklian ngajak tukol sama sule? ^__^ yang membolehkan cuma kuburiyun. ulamak yg km sebutkan diatas dibawah Imam madzhab semua sementara dari Imam madzhab Rahimallahu ‘anhum sendiri tidak ada yg menjadikan kisah trsbt sebagai hujah dan dipembahasan yg lalu km Nukasep Thea tidak dapat menghadirkan riwayt dr Imam madzhab yg bertawasul ke kuburan Rasulullahi shalallahu ‘alaihi wasaallam tp ya, klw km mau menertawai Imam madzhab yg tidak tawasul sprt km ya silahkan.. mmng tukang guyon ya kaya gitu ngeyellan *_* namanya juga tukang ngakak ^__^ gkgkgkgk.

5 April pukul 16:21 · Suka

Nukasep Thea

Faizal Faiz hehehe,,, belajar lagi nak,, udah berkali2 itu ane jawab,, BAHKAN IMAM MADZHAB MENGANJURKAN TAWASSUL,,, :D

5 April pukul 16:24 · Suka · 1

Faizal Faiz menjawab pertanyaan anak2 aja sampai bebulan2 mutar muter jurus andalanya ^__^ coba tunjukan sini bukti tawasulnya Imam madzhab! silahkan…

5 April pukul 16:26 · Suka

Nukasep Thea

udah ah,, males ane ngulang2 jawaban,, gak maju2,, mending ente BACA BAIK2 DENGAN HATI JERNIH JAWABAN2 ANE,, BUKA MATA BUKA HATI,, RENUNGKAN SIAPA ENTE SIAPA MEREKA (IMAM ULAMA),, KALO MEMANG PARA IMAM ULAMA ITU MENYEBARKAN KESYIRIKAN,, TINGGAL LEMPAR AJA KITAB2NYA KETEMPAT SAMPAH,,, ENTE BIKIN KITAB SENDIRI LANGSUNG NGUPAS DARI QUR’AN,, GAMPANG THO,,? :D

5 April pukul 16:28 · Suka

Faizal Faiz

ya berapa kali Faiz harus mengingatkan klw km Nukasep Thea mutar muter diskusinya dan heranya ndak lupa ngeluarin jurus salah sambung *__* tp ya ya namanya jg tukang ngakak gkgkgk.. hayo jawab pertanyaan ini -> adakah setelah imam madzhab yg ingkat keilmuanya setara dengan mereka rahimallahu ‘anhum yg tidak tawasul ke kuburan rasulullahi shalallahu ‘alaihi wasallam! dan km bermadzhab tidak? ^__^ silahkan…

5 April pukul 16:33 · Suka

Faizal Faiz

tanpa mutar muter ya! ^__^

5 April pukul 16:34 · Suka

Nukasep Thea

Faizal Faiz ini PERKATAAN IMAM MALIK, IMAM MADZHAB MALIKI KETIKA DITANYA MENGENAI TAWASSUL DENGAN NABI KETIKA ZIARAH KE KUBUR NABI,, =>
يا أبا عبد الله ، أستقبل القبلة ، وأدعو أم أستقبل رسول الله – صلى الله عليه وسلم – ؟ فقال : ولم تصرف وجهك عنه ، وهو وسيلتك ، ووسيلة أبيك آدم – عليه السلام – إلى الله – تعالى – يوم القيامة ؟ بل استقبله ، واستشفع به ، فيشفعه الله ، قال الله – تعالى – : ولو أنهم إذ ظلموا أنفسهم [ النساء : 64 ] الآية

5 April pukul 16:40 · Suka

Faizal Faiz

sekarang faiz mau lihat penafsiran Nukasep Thea mengenai riwayat ini Perkataan di dalam doa lelaki buta tersebut: “aku menghadap-Mu dengan NabiMu”, bisa memiliki beberapa kemungkinan makna:
a). Aku menghadapMu dengan –dzat/jasad- NabiMu
b). Aku menghadapMu dengan –jah (kedudukan)- NabiMu
c). Aku menghadapMu dengan –doa- NabiMu
silahkan pilih atau km punya tafsiran lain? ^_^ dan jangan lupa tu (AN Nisak 64) tunjukan jg ssababun nuzulnya jg ya! ^__^ silahkan..

5 April pukul 16:54 · Suka

Mpo’ Ivhey Sajja

Ya nabii salam alaika..ya Rosul salam alaika..yaa habib salam alayka sholawatuullah alayka..

5 April pukul 20:06 · Suka

Trustmaju Antique Furniture

abu riwayat itu adalah dhoiff tabi tidak ada hubungannya dengan tawasul….silahkan cek lagi ceritanya apa disitu dikatakan lobang itu sebagai perantara dimudahkannya doa??? tidak kann..hehehehehehe…gunakanlah ilmu abu jangan pake hawa nafsuuu..secara ilmiyah riwayat itupun bisa di bantah sebb tidak samasekali menyinggung hal tawasul …please dehhh bodoh jangan di pelihara…..heheheheheheh belajarlah yang benar yaaaa nakkkkk

5 April pukul 20:29 · Suka

Trustmaju Antique Furniture

faiz dalam hadis bukhori di katakan sayidina umar bertawasul pada sayidina abbas ra… nah sekarang apa doa yang sayidina abbas ucapkannnn sebab di hadis tidak disertakanhehehehehehe

5 April pukul 20:32 · Suka

Faizal Faiz

namanya juga tukang guyon komenya jg aneh “_” ngucapkan do’a minta hujanlah masa minta duit yg dibahas apa? yee… lg2 jurus salah sambung “_”

6 April pukul 10:45 · Suka

Faizal Faiz

supaya sprtp dn ndk muter2 biar Nukasep Thea jwb prtnyn faiz dulu! ^__^

6 April pukul 10:47 · Suka

Abu Hasan

Nukasep Thea:

INTINYA ana CUMA MENYAMPAIKAN bahwa KISAH tsb adalah DHOIF… Jadi NGGAK BISA DIJADIKAN HUJJAH…. demikian juga, SEANDAINYA SHAHIH sekalipun TETAP TIDAK DAPAT MENJADI HUJJAH… semua ARGUMEN dah DISAMPAIKAN… yaaah, Masyi’ta mau terima atau tidak… TIDAK ADA PAKSAAN SEDIKITPUN untuk MENERIMAnya… Jika ente menerima maka, Insya ALLAH anda mendapatkan KEBENARAN… kalaupun tidak ya, TIDAK PULA MENJADI MASALAH… Dan Mungkin, Ini sekedar FAIDAH TAMBAHAN… Ingatalah KAIDAH USHUL dalam IBADAH: ===================== الأصل في العبادات المنع.
artinya: Hukum asal dalam semua ibadah adalah dilarang… ========== dalilnya:
Dalil dari al qur’an:
{ قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ } (آل عمران : 31)
Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” ( QS Al-Imran : 31) dalam ayat ini di perintahkan bagi kita untuk mengikuti ( itiba’) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

وقوله -جل وعلا-: { وَاتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ } (الأعراف : 158.)
“Dan ikutilah Dia ( muhammad ) supaya kamu mendapat petunjuk”.( QS Al-A’raf : 158 )

وقوله سبحانه: { لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ } (الأحزاب آية : 21)
“Sesungguhnya Telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu.” ( QS al ahzab:21 )

وَمَا آَتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا
“Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah.” (QS Al-Hasyr : 7).

وقوله – عز وجل – { أَمْ لَهُمْ شُرَكَاءُ شَرَعُوا لَهُمْ مِنَ الدِّينِ مَا لَمْ يَأْذَنْ بِهِ اللَّهُ } (الشورى آية : 21)
“Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah?” (Qs As-Syura’ : 21 )

فالتشريع حق خاص بالله – عز وجل
Maka membuat syari’at dalam agama merupakan hak khusus bagi Allah semata,

Dalil dari sunnah

من السنة حديث عائشة الصحيح: ” من أحدث في أمرنا هذا ما ليس منه، فهو رد ( متفق عليه )
Di riwayatkan oleh Aisyah radiallahu ‘anha: Rasulullah bersabda: “Barang siapa yang mengada-adakan dalam perkara agama kami yang tidak ada perintahnya maka perkara tersebut tertolak.” (HR Bukhari dalam kitab: As-Shulhu, hadist no : 2697 dan Muslim dalam kitab Aqdhiyyah hadist no : 1718)

” وفي رواية: ” من عمل عملا ليس عليه أمرنا، فهو رد “
Dalam riwayat lain dikatakan : “Barang siapa mengerjakan suatu amalan yang tidak ada perintahnya dari kami (Allah dan Rasul-Nya) maka amalan tersebut tertolak.”

وفي حديث العرباض أن النبي – صلى الله عليه وسلم – قال: ” وإياكم ومحدثات الأمور، فإن كل محدثة بدعة، وكل بدعة ضلالة ” كما في النسائي .
Dan dalam hadist yang di riwayatkan oleh Irbadh bin Syari’ah, bahwasanya Rasulullah bersabda: “…dan berhati-hatilah kalian dari perkara –perkara yang baru dalam agama,karena sesunggunya semua perkara yang baru adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat ( lihat Sunan Nasa’i )

إذا تقرر ذلك، فإن هذه القاعدة قاعدة عظيمة، تحصل بها حماية الشريعة من التحريف والتبديل. فإنه لو قيل بجواز اختراع عبادات جديدة، لكان ذلك وسيلة إلى تبديل الشريعة، ووسيلة إلى وصف الشريعة بكونها ناقصة، وأننا نأتي نكملها ونزيد فيها، ووسيلة إلى الطعن في كون النبي – صلى الله عليه وسلم – خاتما للأنبياء والرسل.
Maka jika kita sudah mengetahui yang demikian itu, sesungguhya kaidah inu merupakan kaidah yang sangat agung, dimana kaidah ini merupakan kaidah untuk menjaga syari’at ini dari penyelewengan dan perubahan, karena jika dikatakan boleh membuat dan mengada-ada dalam ibadah sungguh yang demikian itu merupakan sarana dan jalan untuk menganti dan merubah syari’at islam, dan menyebabkan suatu keyakinan bahwasanya: agama dan syari’at islam belum sempurna, dan kita datang dengan ibadah yang beru tersebut sebagai pelengkap dan penyempurna agama ini, dan yang demikian itu merupakan cercaan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai penutup para nabi dan rasul dan menyatakan bahwasanya nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam menyembunyikan syari’at, padahal Allah telah berfirman :
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا ( المائدة:3 ) .
“Pada hari Ini Telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan Telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan Telah Ku-ridhai Islam 6 April pukul 13:33 · Suka

Abu Hasan

SEMOGA BERMANFAAT… dengan demikian sudah ana anggap selesai permasalahan ini… TINGGAL HIDAYAH ALLAH saja agar ente mau bertaubat… amiin..

6 April pukul 13:34 · Suka

Faizal Faiz

Abu Hasan Ndk susah panjang2 ngasih penjelasan sama Nukasep Thea paling jg ndk dibaca. kita simak aja dulu pertanyaan brkt ini bs jbw ndk? ^__^ sekarang faiz mau lihat penafsiran Nukasep Thea mengenai riwayat ini Perkataan di dalam doa lelaki buta tersebut: “aku menghadap-Mu dengan NabiMu”, bisa memiliki beberapa kemungkinan makna:
a). Aku menghadapMu dengan –dzat/jasad- NabiMu
b). Aku menghadapMu dengan –jah (kedudukan)- NabiMu
c). Aku menghadapMu dengan –doa- NabiMu
silahkan pilih atau km punya tafsiran lain? ^_^ dan jangan lupa tu (AN Nisak 64) tunjukan jg ssababun nuzulnya jg ya! ^__^ silahkan.. 6 April pukul 17:55 · Suka · 1

Faizal Faiz tidak menerima salah sambung!!! ^__^

6 April pukul 17:57 · Suka

Ahmad Prihatin Daey Dae Aamiin ..
Alhamdulillaah saya udah bertobat dari ajaran salafy wahabi ^_^

6 April pukul 18:01 melalui seluler · Suka

Faizal Faiz Baba baba itu pakta hai hai hai..

10 April pukul 8:44 melalui seluler · Suka

Nukasep Thea kenafa Faizal Faiz? GAK MALU NGANGKAT DISKUSI YANG UDAH DI KO,, hehehe,,, maghrib dulu ya,, :)

Rabu pukul 17:58 · Suka

Faizal Faiz

faiz msh pengen lihat penafsiran Nukasep Thea mengenai riwayat ini knp? lha wong Imam Madzhab aja ndak ada yg tawasul kekuburan ko cep! ^__^ Perkataan di dalam doa lelaki buta tersebut: “aku menghadap-Mu dengan NabiMu”, bisa memiliki beberapa kemungkinan makna:
a). Aku menghadapMu dengan –dzat/jasad- NabiMu
b). Aku menghadapMu dengan –jah (kedudukan)- NabiMu
c). Aku menghadapMu dengan –doa- NabiMu
silahkan pilih atau km punya tafsiran lain? ^_^ dan jangan lupa tu (AN Nisak 64) tunjukan jg ssababun nuzulnya jg ya! ^__^ silahkan..

Rabu pukul 18:05 · Suka

Nukasep Thea

Faizal Faiz@ ADALAH BODOH kalau ente minta penafsiran ane,,, LAH SUDAH DIKASIH PENAFSIRAN AHLI TAFSIR, PAKAR DALAM TAFSIR DAN HADITS,, kok masih minta penafsiran yang maqom nya jauh dibawah beliau,,, AFALAA TA’QILUN,,, :)

Biar ente melek,, ane urutin urutan dialog ini,
1. ane JANJI akan mengikuti paham wahabiyin JIKA wahabiyin MAMPU MEMBUKTIKAN TAWASSUL KEPADA NABI BA’DA WAFATNYA ADALAH SYIRIK.
(TERNYATA om Abu Hasan ini GAK MAMPU mebuktikannya)
2. Om Abu sudah MENETAPKAN definisi Tawassul menurutnya TAPI DEFINISINYA ITU DIBANTAHNYA SENDIRI DENGAN PEMAHAMANNYA (ALIAS KONTRADIKSI / INKONSISTENSI)
3. Ane sodorkan BUKTI-BUKTI bolehnya Tawassul kepda Nabi stlh wafatnya BAIK DARI AYAT MAUPUN HADITS BERDASARKAN PEMAHAMAN AHLI-AHLINYA, DAN BUKTI KESAHIHANNYA (om Abu Hasan ini TIDAK MAMPU mendatangkan SATUPUN pendapat AHLI ILMU kecuali pendapat kontradiksinya, juga TIDAK MAMPU membuktikan KEDO’IFAN dalil-dalil nya) HINGGA AKHIRNYA NGEYEL DAN PASRAH JALAN SATU2NYA,, ^__^

Rabu pukul 18:37 · Suka

Abu HasanNukasep Thea: :D …. ternyata ente memang lucu…. yg NGEYEL SIAPA ya?

Rabu pukul 20:41 · Suka

Nukasep Thea hehehe,,, Muhasabah aja om Abu,,, :)

Rabu pukul 21:01 · Suka

Abu Hasan ‎:)

2 Responses

  1. udah TKO secara ilmiyah ,,,

    ~INTAHA~

  2. Tawassul dengan Rasul,Nabi,dan Wali Allah….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: