Berwudlu Dengan Lakban

wudhuDalam perjalanan dari Jawa Tengah ke Jkt, saya naik bis (kebetulan) kelas Eksekutif. Di sebelah saya duduklah orang yang mungkin 10 thn lbh tua dr saya. Pakaiannya ala pejuang Taliban Agfanistan gitu, mukanya serius, tatapannya tajam, jidatnya ada dua titik hitam sebesar uang logam 500 rupiah, jenggotnya yang jarang dibiarkan tumbuh panjang lebih lebat sedikit dibandingkan dengan jenggot kambing, dengan berbekal sedikit agak segan, saya mulai membuka pembicaraan, (Setelah diringkas tanpa mengurangi isi pembicaraan): Saya (S) Bapak sebelah (BS):

( S) : Mohon maaf Pak, Jakartanya di mana?”
(BS) :” Di ***************, Adik ke mana?”
(S) :” Depok Pak, ngomong2 sepertinya Bapak aktivis masjid ya?”
(BS) :” Iya Dik. Saya ikut kelompok taklim (pengajian agama) yang betul2 berdasarkan Al-Quran dan As-Sunnah, tidak dilebih-lebihkan dan tidak dikurang-kurangi…” Continue reading

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: